Siapa Yang Keluarkan Ijin Pembagian Es Krim Gratis

Dedy Prasetyo

Dedy Prasetyo

Surabaya – Acara pembagian es krim gratis yang diberikan kepada masyarakat surabaya dari PT Unilaver berujung pada rusaknya beberapa tanaman hias yang ada di area Car Free Day (CFD) di jalan Raya Darmo.

Tidak hanya itu, yang menjadi pembahasan hingga saat ini adalah kemarahan dari Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya disebebkan tanaman pada rusak terinjak-injak masyarakat yang ingin mendapatkan es krim secara gratis.

Hal itu membuat Dedy Prasetyo angota Komisi C bidang Pembangunan (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara.

“Saat ini lagi lempar tanggung jawab, sebenarnya perijinan ini siapa yang mengeluarkan dan sudah ada ijin apa belum, yang dilihat sekarang ini adalah walikota sedang marah-marah, dan akan mempidanakan penyelenggara,” kata Dedy.

“Alangkah bijaknya, duduk bersama mencari tahu, sebenarnya kenapa ini bisa terjadi dan tidak akan terulang kembali, kalau dibilang tidak ada ijin, saya tidak yakin, acara panggung itu 1 minggu sebelumnya sudah disampaikan,” tambahnya.

“Ada ajakan pada masyarakat surabaya, akan ada pembagian es krim gratis di taman bungkul, kita tidak bicara di jalan raya darmo, sehingga masyarakat berbondong-bondong memakai kaos merah untuk berpartisipasi,” ungkap Dedy.

“Kalau kepolisian bilang tidak ada ijin, itu hal yang ceroboh dengan agenda mendatangkan massa banyak, setiap kegiatan yang berbau komersil pasti ada pajaknya, kalau mereka membayar berarti ada yang salah disini,” paparnya.

“Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya saya tanya, malah bilang tidak tahu, tugas kami hanya ada di taman bungkul, jadi sekarang ini ada 2 yaitu dari Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya atau kepolisian,” tanyanya.