Siap Rebut Gedung Eks PDAM

Unjuk Rasa Tuntut Aset Pemkot Surabaya

Unjuk Rasa Tuntut Aset Pemkot Surabaya

Surabaya – Puluhan orang yang tergabung dalam Komite Penyelamat Aset Daerah (KOPAD) melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Surabaya.

Dalam aksinya mereka tuntutan untuk dikembalikannya sejumlah aset milik surabaya yang telah dikuasai oleh pihak ketiga.

Aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang berubah kepemilikan diantaranya, kolam renang Brantas, Gelora Pancasila, Jalan Kenari, Taman Kebun Bibit (RMI), Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan yayasan Kas Pemkot (YKP).

Bahkan Pemkot Surabaya juga tidak bisa mempertahankan Gedung eks PDAM yang berada di Jalan Basuki Rahmad.

“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada Pemkot Surabaya yang menurut kami sangat lemah dalam mempertahankan aset Kota Surabaya,” kata Bambang Smit Koordinator KOPAD.

“Dan kami siap bekerjasama dengan Pemkot Surabaya untuk melakukan pembelaan dan upaya hukum lanjutan,” tambahnya. “Jika Pemkot Surabaya segera memberikan kepercayaan kepada kami,” ungkapnya.

“Maka kami akan serta merta bergerak secara all out untuk kembali merebut sejumlah aset Kota Surabaya yang kini sudah jatuh ke tangan pihak ketiga,” paparnya.

“Utamanya eks gedung PDAM jl Basuki Rahmat yang secara hukum telah dikuasai oleh Hj Siti Fatiyah, karena kami menganggap bahwa semua ini adalah hasil rekayasa hukum saja, dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Tidak lama kemudian perwakilan KOPAD ditemui oleh M Taswin asisten III bidang perekonomian dan pembangunan Surabaya juga Soemarno Kepala Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Surabaya.

“Tentunya kami menyambut baik dan mengucapkan rasa terimakasih atas dukungannya, dan kami akan segera menindak lanjuti secara moril dan materiil,” kata Soemarno.

“Artinya secara moril kami akan segera menanyakan hal ini ke Pengadilan dan secara materiil adalah dengan dukungan data-data yang kongkrit, karena hal ini menyangkut hukum, dan jika ada kekurangan data maka kami akan segera berkoordinasi dengan rekan-rekan dari KOPAD,” jelasnya.