Sesuai Dengan UU Dapat Dibeli

Adi Sutarwijono

Adi Sutarwijono

Surabaya – Terkait bangunan yang berdiri pada kawasan lindung Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Membuat Adi Sutarwijono Wakil Ketua Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara.

Menurut Adi, untuk mengurai persoalan bangunan yang ada di kawasan lindung. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menelusuri ihwal jual beli tanah.

Sebab, Komisi A DPRD Surabaya menerima 2 dokumen yang berbeda. Salah satu dokumen yang dikeluarkan pengembang yang memiliki keterangan membolehkan untuk rumah tinggal. Sementara dokumen lain yang berasal dari kelurahan sama sekali tidak ada keterangan tersebut.

“Makanya kita gelar pertemuan lagi, siapa yang menambahkan keterangan boleh untuk tempat tinggal itu,” kata Adi.

Masih kata Adi, semua itu untuk memastikan bahwa lahan yang mereka tempati melanggar masuk area konservasi ataukah tidak.

Bahkan warga Gunung Anyar Tambak meminta kepada Pemkot Surabaya untuk melakukan sosialisasi batas lahan konservasi. “Apakah tempat mereka masuk area itu atau tidak,” tuturnya.

Seperti yang disampaikan Adi, area konservasi ditetapkan dalam site plan pada tahun 2000. Kemudian ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 03 tahun 2007 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kemudian diperbaharui pada tahun 2014 dan dinyatakan bahwa area konservasi tidak ada perubahan.

“Sesuai ketentuan Undang-Undang (UU), jika ada lahan warga yang masuk di dalam lahan konservasi, sesuai kemampuan, daerah bisa membelinya,” terangnya.