Serapan Anggaran Kurang Maksimal

Komisi C Sidak Rumah Pompa

Komisi C Sidak Rumah Pompa

Surabaya – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diminta untuk menyiapkan daya upaya terhindar dari banjir.

Membuat Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) dibeberapa rumah pompa.

“Kami ingin membuktikan bagaimana kinerja mesin pompa yang ada di rumah-rumah pompa serta petugasnya,” kata Syaifuddin Zuhri Ketua Komisi C. “Jangan sampai saat hujan deras ternyata rumah pompa tidak berfungsi,” tambahnya.

“Jadi ketika mesin pompa tidak dipakai, tetap dicek, jangan sampai ketika dibutuhkan, ternyata mogok atau tidak berfungsi, bahayakan,” tuturnya.

“Rumah pompa air di Jambangan dekat sekali dengan Kali Surabaya, jadi airnya bisa dilimpahkan kesana bila ada banjir di kawasan tersebut,” terang Syaifuddin.

“Saluran juga tidak kalah penting, kalau sampai saluran tertutup sampah atau tersumbat maka bisa berakibat banjir,” kata Camelia Habiba Sekretaris Komisi C. “Kita akan cek fungsi saluran-saluran tersebut. Apakah betul-betul berfungsi,” tandasnya.

Tahun 2014, anggaran yang dialokasikan untuk antisipasi banjir yakni untuk posko pengendalian dan penanggulangan banjir sebesar Rp (rupiah) 3,2 miliar. Namun serapan anggaran sekitar Rp 684 juta atau sekitar 20 persen.

Selain itu untuk pembangunan gorong-gorong dan drainase anggarannya di tahun 2014 mencapai Rp 10 miliar, hanya terserap sebesar Rp 2,2 miliar atau sebesar 21 persen.