Segera Dilakukan Mediasi

Warga Gunung Anyar Datangi Gedung DPRD Surabaya

Warga Gunung Anyar Datangi Gedung DPRD Surabaya

Surabaya – Beberapa perwakilan warga Gunung Anyar Tambak mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya yang memprotes adanya penutupan akses Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) di kawasan tersebut oleh Yayasan Universitas Surabaya (Ubaya).

M Solihin Ketua Rukun Warga (RW) 07 Kelurahan Gunung Anyar Tambak mengatakan, proyek pembangunan jalan yang ditutup itu itu pertama kali merupakan permohonan Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) kepada PT Sipoa Group pada tanggal 02/10/2015.

“Namun secara tiba-tiba, pada tanggal 25/10/2016, pihak Ubaya menutup jalan tersebut dengan bantuan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya serta mengklaim miliknya,” kata Solihin.

Menurut dia, warga menjdi resah atas penutupan jalan itu sebab tanah yang dijadikan jalan masuk warga itu. Diketahui milik salah satu warga yang bernama H Aris Sugianto yang direlakan menjadi jalan masuk warga sebelum dibangun JLLT.

Berdasar keterangan dari Kelurahan Gunung Anyar Tambak ternyata ada kepemilikan sertifikat ganda pada tanah yang dijadikan jalan masuk warga tersebut, yaitu milik Yayasan Ubaya dan H Aris Suginato.

Masduki Toha Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menemui warga. “Memang tanah itu menjadi sengketa, maka kami meminta Komisi A untuk bisa memediasi warga dengan pihak terkait,” kata Masduki.

“Dari mediasi ini nanti, kita berharap tanah bersengketa ini masih bisa digunakan warga sebagai jalan sambil menunggu putusan hukum yang sudah berjalan,” terangnya. “Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa selesai,” jelasnya.