SC Buka Ada Loby-Loby Dari Anggota Dewan

Surabaya Carnival

Surabaya Carnival

Surabaya – Beroperasinya wahana permainan dan tempat hiburan Suroboyo Carnival (SC) dengan 50 wahana permainan keluarga mendapat reaksi dari sebagian warga, ternyata menuai polemik.

Dampak yang dihasilkan dari dibuka SC tersebut berimbas pada arus lalu lintas di kawasan Kertomenanggal dan Bundaran Waru sempat mengalami kemacetan hingga memaksa dari kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menutup akses ke SC.

Moch Machmud Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyatakan ada indikasi perihal memuluskan ijin operasional SC tersebut.

Apalagi kabarnya hingga kini masih bermasalah karena belum melengkapi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) lalu lintas. “Saya mendengar ada upaya lobi-lobi,” ungkapnya.

Masih kata Machmud, lobi-lobi tersebut telah dilakukan oleh manajemen melalui sejumlah pihak khususnya yang terkait perizinan di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan anggota DPRD Surabaya.

Informasinya, lobi-lobi tersebut telah dilakukan sebelum Lebaran. Bahkan beberapa anggota DPRD Surabaya juga terlibat menilai izin SC telah lengkap dan siap buka.

Sedangkan anggota dewan lainnya menyatakan izin belum lengkap. Bahkan meminta agar Pemkot Surabaya tidak boleh terpengaruh ungkapan akan dapat pajak pakir, pajak reklame dan lain-lain.

Komisi C Bidang Pembangunan (Pemb) DPRD Surabaya akan memanggil manajemen SC terkait perizinan analisa mengenai dampak Amdalnya, seperti yang disampaikan Sachiroel Alim Anwar Ketua Komisi C.

“Kalau rekomendasi Dishub, amdal lalin tidak dipatuhi saya rasa layak dipertimbangkan untuk ditutup izin operasionalnya,” katanya.

Ditanya soal adanya argumen bahwa kelancaran perizinan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), Alim mengatakan hal itu bukan menjadi alasan untuk tidak menegakkan peraturan.

“Saya rasa demi PAD bukan alasan untuk mentolerir masalah perizinan,” tuturnya. “Harus ditertibkan, siapapun yang melanggar harus ditindak tegas seperti yang lainnya,” katanya.

“Dibuka saja, siapa nama namanya dan dari komisi mana, biar ini menjadi pembelajaran bersama,” kata Armuji Wakil Ketua DPRD Surabaya.

“Ini salah komunikasi saja, memang ada kekurangan yang belum dilakukan seperti membuat trotoar di depan karena waktunya mepet menjelang Lebaran,” terang Slamet Yudi Wahono Direktur Operasional Surabaya Carnival. “Kalau itu saya tidak tahu, itu urusan yang lebih atas,” katanya.

“Sudah ada rekomendasi, tetapi apabila ada beberapa hal yg belum dipenuhi, jadi tentunya belum boleh operasional,” jelas Eddy Kepala Dishub Surabaya.