Satpol PP Tidak Beretika

Mazlan Mansyur

Mazlan Mansur

Surabaya – Pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Toko Swalayan yang terjadi di seluruh Kota Surabaya sampai saat ini masih terjadi. Dalam dengar pendapat di Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya sebagai dinas eksekutor pelanggaran Perda sudah 2 kali tidak menghadiri undangan yang disampaikan Komisi B DPRD Surabaya tanpa alasan.

“Sebenarnya Satpol PP hadir waktu kita undang,” kata Mazlan Mansur Ketua Komisi B DPRD Surabaya. “Pada saat pelaksanaan bantuan penertiban (bantip), Satpol PP terkesan menghindar, menghadiri undangan kami, itu yang kita sesalkan,” tambahnya.

“Ini yang dinantikan malah tidak datang,” ungkapnya. “Kita akan undang terus sampai Satpol PP datang,” tuturnya. “Kemudian kita sudah melaporkan ke pimpinan, dan pimpinan akan melakukan 1 langkah, itu adalah etika yang kurang baik,” terangnya.

Masih kata Mazlan, harusnya Wali Kota mengetahui. “Saya takutnya Wali Kota tidak tahu, kalau ada perangkat daerahnya yang kita ajak koordinasi tidak pernah datang,” ulasnya.

“Apa untungnya dia melawan dewan, yang ada adalah dia tidak beretika dengan baik ketika diundang tidak datang,” terangnya.

Mazlan menyampaikan, dengan datangnya Satpol PP justru memperjelas alasan meraka tidak melakukan penertiban pelanggar Perda.

Perlu diketahui, dalam dengar pendapat kali ini terpaksa ditunda dikarenakan Satpol PP tidak hadir, dan Komisi B DPRD Surabaya pada pekan depan akan kembali mengundang denngan materi yang sama.