Satpol Amankan Kabel Optik

satpol ppSurabaya – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya intensif menertibkan pemasangan jaringan fiber optik yang tidak berizin.

Dengan terbitnya Peraturan Walikota (Perwali) 08 tahun 2016 tentang penyelenggaraan Utilitas. Satpol PP berhasil menindak 7 pelanggaran.

Ahmad Toyib Bagian Pinyidikan Satpol PP Surabaya mengatakan, seluruh pelanggaran yang terjadi hasil tangkap tangan langsung saat pemasangan.

Masih kata Toyib, pelanggaran yang terbaru terjadi pada tanggal 22/04/2016 lalu. Dimana Satpol PP Surabaya berhasil mengamankan kabel fiber optik dengan panjang 1.025 meter yang ada di Jalan Darmo Satelit.

Tiyib menambahkan, pada tanggal 21/04/2016, Satpol PP juga menangkap tangan pemasangan kabel fiber optik di jalan Kalibokor.

“Sesuai Perwali 08 tahun 2016, sebelum proses keluar izin, harus melalui tahap adanya perjanjian sewa, appraisal dahulu,” paparnya. “Mereka harusnya sudah tahu, tapi mungin coba-coba,” tegasnya.

Toyib menyampaikan, sebelum menindak pelanggaran. Satpol PP Surabaya menanyakan soal perizinan kepada pelaksana proyek saat pemasangan berlangsung.

Namun pada kenyataannya mereka tak mampu menunjukkan bukti perizinan tersebut. “Surat Izin Pelaksanaan Kegiatan (SIPK) gak ada , apalagi appraisal,” ujarnya.

Berdasar keterangan, selain pelanggaran pemasangan kabel udara. Sebelumnya Satpol PP Surabaya juga berhasil mengamankan kabel fiber optik yang dipasang di bawah tanah.

Kelima pelanggaran jaringan fiber optik itu di kawasan Tenggilis, Panjang Jiwo, gubeng, Lidah Wetan dan Lidah kulon. Kabel Fiber Optik tersebut diantaranya adalah milik Indosat, Lintas Artha, Inovat dan lainnya.