Saling Klaim Lahan Keputih

Adi Sutarwijono

Adi Sutarwijono

Surabaya – Warga Keputih Timur pampa Air yang telah sangat lama menginginkan adanya saluran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada, rupanya harus menempuh jalan berliku.

Lahan yang mereka tempati telah menjadi masalah antara DInas Pekerjaan Umum Pengairan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (DPU Prov Jatim) dengan PT Pakuwon. Sehingga PDAM tidak berani melakuka pemasangan pipa air bersih ke warga.

Semua itu terungkap ketika warga mendatangi ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. VIncensius anggota Fraksi Handap DPRD Surabaya mengatakan, warga Keputih Timur Pompa menunjukkan beberapa bukti status tanah yang saat ini mereka tempati.

Selain surat sewa lahan dari DPU Pengairan Prov Jatim, warga juga menunjukkan copy kreteg tanah kelurahan yang dikabarkan hilang oleh Lurah Keputih beberapa waktu lalu.

Dalam copy kreteg tersebut jelas menujukkan setidaknya bulan 02/2004 lalu simpadan sungai masih belum masuk dalam lahan yang disertifikatkan oleh PT Pakuwon dan berstatus Tanah Negara.

Sementara dalam copy pengajuan perubahan kreteg oleh Pakuwon pada bulan 11/2004 sudah berubah dengan masuknya simpadan sungai ke dalam sertifikat.

“Masalah ini cukup aneh, karena tidak mungkin DPU Pengairan Prov Jatim mengeluarkan izin sewa lahan pada tanah yang tidak masuk dalam register asetnya,” tambahnya.

Adi Sutarwijono Wakil Ketua Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) DPRD Surabaya mengatakan, akan menindaklanjuti karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat Kota Surabaya.

“Karena air bersih itu menyangkut kebutuhan pokok, maka kami tidak ragu-ragu membela kepentingan masyarakat, kami akan datang ke lokasi dengan tujuan ingin mengetahui kondisi yang sebenarnya,” tegas Adi.

Bahkan Adi menyampaikan, akan segera mengagendakan secepatnya. “Secepatnya, setelah beberapa agenda yang sudah terjadwal kami selesaikan,” singkatnya.