RS Tolak Maskin Untuk Berobat Kesehatan

bakSurabaya – Salah seorang warga mengadu ke Baktiono Ketua komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengadukan terkait keluarganya ada yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewandhie.

Semua itu dikarenakan tidak mendapat layanan yang maksimal, bahkan mereka diarahkan ke pasien umum sehingga mereka dikenakan beban biaya adminitrasi. Bahkan Jaminan Persalinan (Jampersal) juga sudah tidak ada dalam arti dihilangkan.

“Sampai saat ini program Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) non kuota serta program kesehatan yang lainnya masih berlaku, jenjang 2 kali 24 jam pada jam kerja dan tidak ada bayar, sebelum Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) terlaksana,” kata Baktiono.

“Rp (rupiah) 150 miliar, kita tambahi dana tersebut untuk program kesehatan itu di Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggara Kesehatan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” tambahnya.

Bahkan Baktiono meminta untuk melawan kalau tidak dilayani oleh pihak RS, bahkan meminta bukti pembayaran ketika akan membeli obat agar direktur RS yang akan mengganti.

“Obat tidak ada, itu kata siapa, orang sakit itu dibiayai oleh negara,” terangnya. “Pemerintah pusat itu terlalu, harusnya membangun RS baru sehingga daftar tunggu tidak semakin banyak, bahkan tidak tertutup ada yang meninggal,” paparnya.