Risma, Lihat Sendiri Layanan Publik

Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP)

Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP)

Surabaya – Pernyataan yang disampaikan Suharto Wardoyo Kepala Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya. Bahwa pada bulan 12/2015 mendatang semua masyarakat surabaya sudah memegang elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

Rupanya hal tersebut mendapat berbagai reaksi dari masyarakat surabaya sendiri. Mereka menuding ini ada kaitannya dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada salah seorang incumbent yang maju kembali.

“Langkah Dispenduk Capil itu, sudah memasuki ranah politik,” kata Santoso. “Tidak sepantasnya pemerintahan masuk ke ranah politik,” tambahnya.

“Yang terpenting adalah selesaikan masalah yang ada di masyarakat, tidak sedikit yang saat ini memegang kartu non e-KTP,” ungkap Tresno. “Bahkan ada yang sudah rusak, itu yang harus diutamakan,” terangnya.

“Dan yang harus diperhatikan, petugas di Kecamatan tolong diberi wawasan tentang pelayanan, di dalam otak mereka masih menggunakan cara lama, mereka itu adalah raja-raja kecil yang harus dihormati, pelayanan payah,” sindirnya.

“Indonesia tidak akan maju, bahkan tidak akan pernah maju, bila Tri Rismaharini Walikota Surabaya tidak melakukan perbaikan pada sisitem pelayanan,” kata Waluyo.

Sebagian besar masyarakat meminta agar Walikota Surabaya tidak mempercayai setiap kata yang disampaikan oleh pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Bahkan masyarakat menginginkan Risma melihat sendiri jam berapa mereka datang ke kantor, setelah itu ada atau tidaknya keberadaan mereka di kantornya masing-masing.