Risma Kukuh Bulan Oktober PTB Selesai

Stand Pasar Turi Baru

Stand Pasar Turi Baru

Surabaya – Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya tidak memiliki toleransi lagi terhadap PT Gala Bumi Perkasa (GBP) merupakan investor pembangunan Pasar Turi Baru (PTB).

Bahkan Risma meminta, pada pada bulan 10/2014 pasar tradisional semi modern yang berlantai 8 itu sudah selesai dan bisa ditempati oleh para pedagang.

Sikap kukuh dari Risma bukan tanpa alasan, sebab selama ini, pembangunan PTB sudah tidak tepat waktu beberapa kali. Berkali-kali proses penyelesaiannya tidak sesuai dengan kontrak kerja antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT GBP.

“Saya tetap minta Oktober, kasihan pedagang ini, ada yang mati, ada yang gila, ada yang sampai bunuh diri,” tuturnya.

“Kecuali memang tidak mau seperti bulan puasa kemarin, mereka tidak mau masuk, ya, saya tidak mau maksa, tapi Oktober ini pokoknya pedagang lama harus masuk,” ucapnya.

Rusli Yusuf Ketua Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mendukung ketegasan Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya sudah semestinya menunjukkan sikap tegas kepada PT GBP. Sejak pembangunan molor, nasib para pedagang Pasar Turi lama tidak menentu, parahnya mereka sampai kehilangan sumber pendapatan.

Terpisah, Syukur Ketua Kelompok Pedagang (Kompag) Pasar Turi pesimistik untuk bulan 10/2014 selesai. Meski investor menargetkan Oktober rampung, namun janji itu tidak bisa ditepati.

Pasalnya, progres pembangunannya tidak signifikan. Lantai dasar saja belum selesai. Memang pemasangan stand di lantai dasar sudah selesai. Namun instalasi listrik, AC, dan tempat parkir belum selesai.

“Itu janji bohong, pedagang tidak yakin akan selesai dalam waktu 1 bulan ke depan, sudahlah itu tidak bakal selesai,” ucapnya.

“Ini yang benar, Pemkot seharusnya memaksa investor untuk menyelesaikan, bukan memaksa pedagang masuk, jadi selesaikan dulu Pasar Turi baru kita bisa masuk,” pungkasnya.