Risma Harus Tegas

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Terkait kejelasan pembangunan Pasar Turi Baru (PTB) yang dikerjakan oleh PT Galah Bumi Perkasa (GBP). Sikap Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya kembali mendapat sorotan.

Vinsensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyampaikan, Walikota Surabaya harus tegas. “Karena banyak sekali pelanggaran kontrak kerja sama antara PT GBP dengan Pemerintah Kota (Pemkot),” tegasnya.

Masih kata Vinsensius, meminta pada Risma untuk menghentikan rencana grand opening PTB pada tanggal 18/03/2016 mendatang.

Vinsensius menambahkan, pelanggaran kontrak kerjasama tersebut diantaranya. Desain gedung banyak perubahan tata letak stan. Berdasar kesepakatan dengan Pemkot.

PTB akan dibangun 6 lantai, tetapi pada kenyatanya menjadi malah dibangun 9 lantai dan perubahan lay out maupun lantai tanpa ada perbaruan kontrak.

Tidak hanya itu, PT GBP juga merubah kesepakatan secara sepihak dengan pedagang. Servis chas yang semula Rp (rupiah) 75 ribu setiap meter persegi, berubah menjadi Rp 100 ribu.

Pelanggaran lainnya, pada perjanjian awal pedagang hanya membayar 20 persen dari nilai stan dan sisanya dilunasi setelah pembangunan PTB selesai.

Namun kenyatannya, pedagang dipaksa menyicil pelunasan 80 persen. Bilamana jika tidak diikuti, uang muka 20 persen akan hangus.