Risma Dan Pedagang Tidak Sinergi

rismaSurabaya – Pernyataan tegas Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya, terkait kemungkinan tidak tepat waktu pada pembangunan Pasar Turi. Risma berharap, pada bulan 02/2014 mendatang, padagang pasar turi yang menjadi korban kebakaran sudah bisa masuk.

“Akhir bulan 02/2014 pedagang lama sudah harus masuk, karena perjanjiannya seperti itu,” tegasnya.

Masih kata Risma, mengacu pada progress pembangunan Pasar Turi hingga saat ini baru mencapai 60 persen. “Harusnya kena denda, tapi waktu diawal, Pemerintah Kota (Pemkot) juga ada kekeliruan,” paparnya.

“Kalau kemungkinan memberikan addendum, dari awal saya sudah tidak setuju,” jelas Risma.

“Ada banyak kendala yang kita alami, seperti perluasan lahan parkir serta penambahan eskalator, untuk areal parkir, nanti mampu menampung 3000 kendaraan,” terang Santoso Tedjo Direktur Operasional (Dir Op) PT Gala Bumi Perkasa (GBP).

“Rencanannya, nanti bagian logistik akan kita perintahkan mengecek ke lokasi,” tandasnya. “Sekarang, 35 ribu meter persegi sudah masuk, sementara sisanya masih dalam perjalanan,” ungkapnya.

“Sebenarnya, untuk yang terlambat dikenakan denda, tapi, kita tidak pernah memintanya, kalau tidak percaya, tanya saja ke beberapa perkumpulan pedagang pasar turi,” bebernya.

“Walikota harusnya lihat dulu ke lokasi, kalau kondisinya masih tetap seperti sekarang, jelas tidak mungkin pedagang masuk ke pasar turi,” kata Kemas A Chalim Koordinator Majelis Pedagang pasar Turi.

“Dan pembeli juga pasti tidak mau datang karena masih ada proses pembangunan, kalau sampai jatuh korban, siapa coba yang mau tanggung jawab,” pintanya.

“Apalagi, sesuai kesepakatan yang dibuat pedagang, mereka baru bersedia masuk ketika pembangunan Pasar Turi telah tuntas 100 persen,” jelasnya. “percuma kita masuk kalau tidak bisa berjualan, lebih baik kita sabar menunggu semuanya selesai,” pungkas Kemas.