Risma Cari Dukungan Ke DPR RI, Berakhir Sirna

junaediSurabaya – Upaya Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya untuk mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait sengketa pemilihan Wakil Walikota (Wawali) tidak membuahkan hasil.

Setelah Komisi II membidangi Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah (Pemdagri Otoda), Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepemiluan serta Pertanahan dan Reforma Agraria DPR RI mengembalikan polemik pemilihan Wawali ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Junaedi anggota Panitia Pemilihan (Panlih) Wawali yang ikut serta ke Jakarta menyampaikan, pertemuan tersebut berlangsung cukup singkat itu. Mengenai dugaan pelanggaran dalam proses pemilihan Wawali tidak dibahas sama sekali.

Namun bagi pihak-pihak yang tidak puas dengan Surat Keputusan (SK) tersebut, menurutnya masih diperbolehkan mengambil langkah hukum. Misalnya, dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Menurut saya, keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu sudah sah dan tidak bisa diganggu gugat, apalagi sudah diutindaklanjuti dengan proses pelantikan oleh Gubernur Jawa Timur (Gub Jatim), dan posisi saya di sini hanya menengai saja,” terangnya.

“Secara administrasi tidak ada masalah, kalau ada dugaan pemalsuan tanda tangan, silahkan dibuktikan baik lewat polisi maupun pengadilan,” tegasnya.

Menyikapi keputusan Komisi II DPR yang digelar beberapa waktu lalu, Sudirjo Sekretaris Panlih Wawali Surabaya mengaku belum berencana melakukan upaya hukum lanjutan. Pihaknya memilih untuk mengkaji keputusan tersebut sebelum bertindak.

Sudirjo tetap bersikukuh ada sejumlah kesalahan prosedur dalam pelantikan Whisnu Sakti Buana (WS). “Untuk ke PTUN juga masih belum ada rencana, memang bisa saja ke sana, tapi kami akan lihat-lihat dulu,” paparnya.

Terpisah, Baktiono Bendahara Dewan Pimpinan Cabang partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) menilai, dengan adanya keputusan Komisi II DPR tersebut, maka persoalan pelantikan Wawali Surabaya sudah berakhir. Sebab, seluruh proses pengangkatan WS sebagai orang nomor dua di Surabaya telah dilakukan.

“Sejak awal tidak ada apa-apa dan kami tenang-tenang saja, ini mungkin ada pihak yang cari popularitas di air keruh, apalagi yang perlu dipersoalkan, sekarang sudah selesai semua,” tegas Baktiono.