Revitalisasi Pasar Tradisional Diperuntukan Hanya Warga Kota Surabaya

Syaifuddin Zuhri

Syaifuddin Zuhri

Surabaya – Program revitalisasi terhadap pasar-pasar yang ada di Surabaya telah disampaikan oleh Tri Rismaharini (Risma) Wali Kota Surabaya.

Langkah baik dari Risma, rupanya diapresiasikan oleh kalangan Komisi C yang membidangi Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Program revitalisasi pasar-pasar yang tersebar di berbagai wilayah di Surabaya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB) Kota Surabaya.

Disaat melakukan sidak Komisi C DPRD Kota Surabaya mendapati bahwa stan yang ada pada pasar Sememi diperjual belikan.

Tidak hanya itu, yang menempati stan-stan pasar Sememi itu adalah bukan padagang dari Surabaya melainkan dari luar kota.

“Hasil dari pembagian stan pasar ternyata di dominasi warga luar surabaya,” kata Syaifuddin Zuhri Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya.

‚ÄúAda sekitar 53 stan dari 282, itu adalah warga luar kota Surabaya,” tuturnya. “Dan posisinya ada didepan atau tempat yang strategis,” ungkapnya.

“Ini yang harus ditertibkan dengan cara dikeluarkan secepatnya, karena pasar itu dibangun hanya untuk warga Kota Surabaya,” tandasnya.

Syaifuddin mengatakan, Komisi C DPRD Kota Surabaya akan terus mengawal terjadinya tindakan pembiaran di pasar tradisional Sememi.

‚ÄúKami akan terus melakukan pemantauan atas janji Dinas Koperasi (Dinkop) yang akan melakukan penertiban sesuai Peraturan Daerah (Perda) dan diawali dengan penerbitan surat peringatan,” jelasnya.