Reklame Langgar Perda

Reklame Langgar Perda Cagar Budaya

Reklame Langgar Perda Cagar Budaya

Surabaya – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Surabaya, membantah jika pemberian izin pemasangan reklame di viaduk Jalan Kertajaya yang merupakan cagar budaya semata-mata hanya mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita tidak bisa melarang lantaran pemilik tempat adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI),” Kata Eric Cahyadi Kepala DCKTR.

“KAI sendiri mengeluarkan izin untuk penempatan reklame, karena saat ijin keluar viaduk tersebut belum masuk dalam kategori cagar budaya,” tambahnya.

“Dan pada tahun 2015, viaduk itu resmi jadi cagar budaya tapi pemilik sudah keluarkan ijin sejak tahun 2014,” terangnya.

Eric menambahkan, pihaknya sudah memberikan informasi kepada pemilikm biro reklame Citra Advertising dan Interior. Jika izin pemasangan reklame sudah tidak bisa lagi diperpanjang. Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda), viaduk itu sudah masuk dalam cagar budaya.

“Kita mengeluarkan izin karena pemilik sempat sudah sepakat tempatnya disewa untuk pemasangan reklame,” jelasnya.

“Seharusnya Kepala DCKTR dapat melihat layak tidak jika tempat tersebut dipasang reklame jangan hanya mengeluarkan izin saja, tapi juga harus dilihat dari keindahan kota dan kenyaman pengguna jalan,” kata Vinsesius Awey anggota Komisi C.

“Jangan bicara masa kontrak, jika kontraknya masih 10 tahun lagi, tapi namanya aturan jika sudah ditetapkan kontrak itu tidak berlaku lagi, karena hukum tidak berlaku surut,” ungkapnya.

“Saya mau bertanya pada Tim reklame kembali, apakah itu pantas soal beradaban sejarah dan estetika kota, itu namanya tidak beradab,” tegasnya.