Regulasi Itu Merugikan Pedagang

pasarSurabaya – Pemberitaan mengenai permasalahan pasar grosir juga eceran.

Membuat Umbar Rofai selaku koordinator pedagang Tanjungsari angkat bicara.

“Jika kami sebagai warga Surabaya asli bisa berdagang dengan tenang, harusnya Pemerintah Kota (Pemkot) juga senang,” kata Umbar.

“Karena kami tidak lagi mengganggu jalan seperti dulu, kami sekarang sudah tertib,” tambahnya.

Menurutnya, pemaksaan kepada kepada pedagang buah Tanjungsari agar pindah ke PIOS merupakan tindakan monopoli, karena pemiliknya swasta.

“Kalau kami diarahkan pindah ke Pasar Induk Osowilangun (PIOS), ini namanya monopoli,” ungkapnya.

“Sebab PIOS sendiri juga swasta, mari bersaing saja yang sehat,” tuturnya.

Masih kata Umbar, dirinya berharap Pemkot Surabaya memiliki pasar buah induk.

Supaya para pedagang bisa berjualan dengan rasa yang nyaman dan juga tenang.

“Kami berharap Bu Risma bisa membina dan melindungi kami seperti kasus pasar turi,” harapnya.

“Karena kami yang ada di Tanjungsari sudah trauma dengan kejadian tahun 2010,” terangnya.

“Yang saat itu selalu diobrak terus, sekarang kami hanya pingin tenang,” pintanya.

Umbar mengungkapkan, mengenai aturan soal sistem penjualan eceran dan grosir yang diberlakukan kepada pedagang.

Hal itu merupakan regulasi yang sangat tidak adil, karena sangat merugikan pedagang.

“Kalau ada pengunjung yang berniat membeli dalam jumlah banyak, ya masak kami tolak,” jelasnya.

“Tentu kami layani karena kami justru lebih senang jika dagangan kami terjual dalam jumlah besar,” pungkasnya.