Rasiyo Lawan Berat Risma

Bambang Dwi Hartono

Bambang Dwi Hartono

Surabaya – Pasangan Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) Surabaya yaitu Rasiyo dan Dhimam Abror merupakan lawan berat bagi pasangan petahana Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana dalam perhelatan Pemilihan Walikota(Pilwali) Surabaya tahun 2015 ini.

Bambang Dwi Hartono (BDH) Ketua Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Bappilu DPP PDIP) mengatakan, bisa saja pasangan yang diusung Partai Demokrat (PD) dan Partai Amanat Nasional (PAN) mampu membalikkan prediksi banyak orang.

“Terus terang dan jujur kami akui bahwa pasangan Pak Rasiyo dan Dhimam Abror adalah lawan yang sepadan dan berat,” tambahnya. “Mereka akan menjadi rival seimbang bagi pasangan Risma dan WS dalam Pilwali Surabaya,” tegasnya.

“Bila ingin mengalahkan Risma, kuncinya mudah, sekarang masih ada waktu, kalau Pak Rasiyo dan Mas Abror bisa mengelola media dengan baik maka akan berhasil, itu kuncinya, media harus dikuasai,” paparnya. “Kalau masalah media, saya yakin Mas Abror pasti sudah lebih tahu dan lebih piawai. Ini kompetisi yang menarik,” tutur BDH.

Masih kata BDH, keberadaan dari sosok Rasiyo yang dapat membuat warga Surabaya saat ini dalam kebimbangan terlebih dalam menentukan pilihannya. Warga Surabaya yang biasanya sudah paham dengan sosok Risma, kini dihadapkan kepada sosok mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) tersebut.

“Saya kenal lama dengan Pak Rasiyo, beliau kakak kelas saya semasa kuliah dan juga guru, selama saya kenal hingga sekarang, tidak pernah saya tahu beliau marah-marah atau berkata keras,” ungkapnya.

“Pemimpin yang baik, adalah pemimpin yang bisa menunjukkan dirinya sebagai panutan, tidak meledak-ledak dan tidak meminta timbal balik, seperti penghargaan atau sejenisnya, ciri-ciri pemimpin yang baik seperti itu,” paparnya.

“Artinya kami harus realistis melihat situasi dan perkembangan di lapangan, sosok Rasiyo dikenal sebagai pribadi yang baik dan luwes,” jelasnya.

“Ini berpengaruh besar, warga Surabaya silakan memilih yang terbaik dari 2 pasangan ini, kini saatnya warga Surabaya untuk memilih seperti apa pemimpinnya atau tetap seperti yang sebelumnya,” pungkas BDH.