Raperda Ketenagakerjaan Guna Ciptakan Stabilitas Kota Dan Investasi

Ercik Reginal Tahalele

Ercik Reginal Tahalele

Surabaya – Keberadaan Badan Legsilatif (Banleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mempunyai peran yang cukup vital. Terlebih dalam menentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Dibuatnya Raperda itu, bertujuan untuk memberikan perlindungan pada semua pihak.

Kali kesekian ini Banleg DPRD Surabaya tengah melakukan sosialisasi terhadap beberapa Raperda yang nantinya akan segera dilaksanakan pembahasan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Surabaya.

“Yang kita baru sosialisasi baru ada 4 Raperda, pada hari ini, itu ada 2 Parperda, Raperda Ketenagakerjaan sama Raperda Pasar Tradisional,” kata Erick Reginal Tahalele Ketua Banleg DPRD Surabaya.

“Dan pada hari senin depan, Raperda Sosialisasi Kesehatan sama Raperda Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS),” tambahnya. “4 raperda kita sosialisasi, karena segera kita bahas yang nantinya menjadi Peraturan Daerah (Perda), ini merupakan inisiatif dari dewan,” terang Erick.

Masih kata Erick, mengenai permasalahan ketenagakerjaan, begitu kompleknya yang dihadapi oleh kalangan pekerja khususnya yang berada di Surabaya.

“Sering adanya demo dan segala macam itu, tentu saja akan mengganggu investasi, karena ada beberapa hal, makanya itu kita atur,” ungkapnya.

“Kalau aturan itu sudah menjadi pasti maka, karyawan itu dalam bekerja menjadi tenang, dengan tidak adanya demo, maka invertor akan masuk untuk melakukan investasi,” paparnya.

“Dengan masuknya invertor makan stabilitas kota menjadi terjamin dan terjaga, dan secara otomatis kesejahteraan juga semakin meningkat dari sisi tenaga kerja, makanya semua kita atur, mulai dari pesangon hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), termasuk menentukan upahnya,” jelasnya.

Erikc menambahkan, begitu juga dengan Raperda Pasar Tradisional. “Timbulnya pasar-pasar modern, itu membuat keberadaan pasar tradisional menjadi tergeser,” akunya.

“Raperda ini dibuat agar keberadaan pasar tradional bisa hidup lebih baik, bahkan batasan antara pasar modern dan pasar tradisional juga kita atur, agar sama-sama bisa hidrup,” jelas Erick.