Raperda Inisiatif Tentang Pengawasan Makanan, Untuk Melindungi Konsumen Dari Makanan Yang Mengandung Bahan Berbahaya

dprdSurabaya – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengadakan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tantang Pengawasan Makanan Siap Saji dan Produksi Industri Rumah Tangga beberapa waktu lalu.

Raperda tersebut merupakan prakarsa atau inisiatif dari DPRD Kota Surabaya.

Dalam sosialisasi itu DPRD Kota Surabaya juga mengundang beberapa perwakilan masyarakat, guru, pengusaha kecil serta juga pihak terkait.

Armuji Ketua DPRD Kota Surabaya menyampaikan, adanya Raperda ini untuk mengawasi makanan yang beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat.

“Dipandang dari segi kualitas dan kwantitas, pangan aman dan bermutu, sehingga pangan harus memenuhi standar dan memenuhi persyaratan kesehatan,” kata Armuji.

“Perda ini sebagai payung hukum dalam pengawasan yang dikonsumsi oleh masyarakat,” tambahnya.

Moch Machmud Ketua Badan Pembentukan Perda (BP3) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengungkapkan.

Di dalam pelaksanaan Perda ini sebagai fungsi pengawasan. Untuk tim pengawasan sendiri sebagai patner Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Surabaya.

Mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada level Kecamatan juga Kelurahan. Sementara pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku penegak Perda.

“Tujuan dengan membentuk tim pengawas, untuk menindak serta juga melaporkan makanan yang berbahaya, baik itu di sekolah, di rumah makan maupun di mall,” tuturnya.

Machmud mengharapkan warung maupun mall setidaknya mengambil produk makanan dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau industri rumahan.

Semuai itu untuk mereduksi masuknya makanan dari luar yang diyakini mengandung bahan-bahan berbahaya seperti bahan pengawet.