Rapat Via WA Anggarkan Mamin

DPRDSurabaya ‚Äď Kinerja Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya yang belum optimal mulai dikeluhkan. Semenjak dirinya ditempatkan selama 3 bulan.

‚ÄúDiajak rapat internal saja susah,” kata Anugrah Aryadi Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya.

“Malah senangnya rapat melalui grup Whatapp(WA),” tambahnya. “Bahkan tidak jarang keputusan diambil melalui perbincangan di medsos,” ungkapnya.

“Ini apa-apaan, yang namanya rapat itu, jangan di dunia maya, fisiknya juga harus hadir,‚ÄĚ ucapanya

‚ÄúPadahal sejak mutasi kemarin, beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dalam koordinasi Komisi B kepalanya diganti orang baru, ini kan penting untuk tatap muka terkait program-programnya,‚ÄĚ tuturnya.

Masih kata Anugrah, belum lagi soal surat yang masuk. Sepertinya ada unsur kesengajaan untuk melakukan seleksi secara diam-diam. Sehingga anggota lain tidak ada yang mengetahui surat yang masuk.

‚ÄúArtinya, ada yang mengendalikan Sekretaris Komisi dari Sekretaris Dewan (Sekwan) supaya surat yang masuk hanya diketahui beberapa orang,” terangnya.

“Contoh yang kongkrit surat Walikota terkait pengangkatan PLH PD Pasar Surya, kenapa sampai sekarang kok belum di hearingkan,‚ÄĚ tandasnya.

Menurut Anugrah, rapat hearing soal pengangkatan 3 pejabat Pelaksana Tugas (Plt) di Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS).

‚ÄúMakanya boleh dong kalau saya curiga sudah selesai, artinya sudah ditemui di luar ruang komisi dengan tidak melibatkan semua anggota,‚ÄĚ tudingnya.

‚ÄúKalau ingin bukti silahkan cek di Sekwan,” ungkapnya. “Berapa kali komisi B menggelar rapat, karena ada kaitannya dengan permintaan makan dan minum (mamin) yang disertai absensi,” jelasnya.

“Kalau saya tidak bersikap, saya merasa tidak ada gunanya dikirim fraksi PDIP untuk masuk di komisi ini dengan posisi wakil ketua,‚ÄĚ pungkasnya.