Rapat Intern BK Batal, Ketua Dewan Angkat Tangan

eddy rusSurabaya – Salah satu alat kelengkapan yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya hingga sampai kini belum juga ada kegiatannya semenjak ditinggalkan Agus Santoso yang saat itu menjadi Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya akibat Pergantian Antar Waktu (PAW).

Hingga pertemuan ketiga kalinya, untuk menentukan Ketua BK sama sekali tidak terbukti malah selalu tidak kuorum setiap diadakan rapat penentuan Ketua BK.

Eddy Rusianto anggota BK DPRD Surabaya mengatakan, lembaga BK merupakan lembaga yang mempunyai tugas mulia. “Agar kegiatan di dewan ini yang tinggal kurang 6 bulan, bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

“BK ini bukan polisinnya dewan, tetapi sebagaipun juga merupakan suatu penyeimbang atau mengingatkan pada rekan-rekan legislatif Surabaya yang sudah mulai tidak aktif datang ke gedung DPRD Surabaya,” papar Eddy.

Masih kata Eddy, sekedar mengingatkan bahwa amanat yang diberikan rakyat sampai dengan bulan 08/2014 mendatang. “Kalau ditinggalkan saja, dengan tanpa ada alasan yang cukup kuat adalah suatu hal yang tidak etis,” jelas Eddy.

“Salah satunya adalah lembaga pada dewan ini harus dilengkapi,” akunya. “Terus terang saja, saya datang pertama kali dengan Moch Machmud ketua DPRD selama 2 jam, tapi tidak ada yang datang,” bebernya.

“Dan Ketua DPRD bilang, ya sudah, ini barang kali juga keinginan rekan dewan yang lain yang tidak menghendaki pimpinan dewan ini terisi,” tutur Eddy tiru pernyataan Machmud.

“Yang jelas saya maupun Ketua legislatif menginginkan ketua BK ini terisi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, nama-nama yang menempati posisi di lembaga BK diantaranya, Eddy Rusianto, Tri setijo Puruwito, Junaedi, Masduki Toha (anggota) serta Saefuddin Zuhri (Wakil Ketua) namun sama sekali tidak pernah melakukan evaluasi terkait kinerja di DPRD Surabaya.