Rakyat Menanggung Beban

Pungutan Dana BBM setiap liternya

Pungutan Dana BBM setiap liternya

Jakarta – Solar dari Rp 6.700 setiap liternya turun menjadi Rp 5.650 dan ditambah pungutan untuk dana ketahanan energi sebesar Rp 300. Sehingga harga solar menjadi Rp 5.950 per liter.

Premium dari Rp 7.300 menjadi Rp 6.950 ditambah pungutan sebesar Rp 200. Sehingga harga premium menjadi Rp 7.150 per liter.

Muncul adanya dana pengutan baik, solar dan premium menjadikan tanda tanya besar dari kalangan masyarakat yang akan diterapkan pada tanggal 05/01/2016 mendatang.

“Kenapa kita diberi beban lagi, ada apa sebenarnya negara ini,” kata Lukito. “Banyak sekali yang dibebankan kepada rakyat, kita ini sudah membayar pajak rumah, kendaraan, makanan, parkir, air, malah ditambah lagi pungutan Bahan Bakar Minyak (BBM),” tambahnya.

“Kenapa tidak diberitakan ke rakyat, jauh sebelum aturan tersebut dilaksanakan, ini apa tidak menjebak kita sebagai pemakai BBM,” kata Robert.

“Kalau untuk per liternya, pemerintah mendapat pungutan antara Rp 200 hingga Rp 300, sudah berapa triliun yang dipegang oleh pemerintah, untuk apa dana sebesar itu, apa mereka tidak mendapat dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” tanya Yoseb.

“Sangat ironis kalau, tidak mendapat dana dari APBN dan rakyat yang harus menanggung semua itu,” ungkapnya.