Pungli Pendidikan, Lapor Pusat

Erni Shinta Handayani adalah ibu dari Eka Abrar Darmawan

Erni Shinta Handayani adalah ibu dari Eka Abrar Darmawan

Surabaya – Penghentian kasus pungutan liar (pungli) yang terjadi d Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 15 oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya malah memunculkan spekulasi baru.

Erni Shinta Handayani adalah ibu dari Eka Abrar Darmawan yang diperas oleh pihak predator pendidikan mendatangi Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Saya tadi barusan dari Polrestabes Surabaya, dan mereka memastikan kasus pungli di SMAN 15 tetap dilanjutkan,” kata Erni.

“Harapan saya masalah pungli ini terus dilanjutkan sesuai hukum yang berlaku, jangan tiba-tiba dihentikan karena kita punya bukti yang banyak,” tambahnya.

“Ibarat luka masalah pungli harus segera diobati, kalau dihentikan berarti ada ketidak adilan,” tandasnya.

“Saya dan suami juga punya hati nurani, kita siap berdamai dengan pihak sekolah, tapi dari penuturan anak saya, dia malah diintervensi,” ungkap Erni.

Masih kata Erni, intervensi yang diterima Abrar tidak hanya dilakukan oleh para guru, ternyata juga dilakukan oleh bebarapa siswa kelas XII.

“Kalau intervensi dari guru, pernah anak saya ditanya ke anak saya, guru yang bertanya tadi malah ngomong, yang saya tahu Mayor Sidik bukan nama kamu,” ceritanya.

Bahkan Baktiono anggota Komisi D meminta agar wali murid tidak takut. Dirinya memastikan, anggota legislatif surabaya siap mengawal siapapaun yang menjadi korban pungli.

“Makannya kita juga sampaikan siap membawah kasus ini ke pusat,” tegas Baktiono.

Baktiono menambahkan, setiap tahunnya anggota DPRD Surabaya selalu meningkatkan alokasi anggaran untuk bidang pendidikan di kota Surabaya. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi sekolah untuk menarik segala macam pungutan.