Puluhan Pengembang Mangkir

Fasilitas Umum

Fasilitas Umum

Surabaya – 15 pengembang perumahan mulai dari kelas bawah hingga menengah ternyata ingkar janji dan bakal di blacklist oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Mereka itu ternyata sama sekali belum mengembalikan fasilitas umum yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

Sedangkan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Surabaya telah melayangkan surat peringatan kepada pengembang hingga 3 kali dan Surat Peringatan (SP) terakhir pada tahun 2014 lalu seperti yang diungkapkan Eri Cahyadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DCKTR Surabaya.

“Imbasnya yang mengalami kerugian dari ulah para pengembang nakal itu adalah warga dan penghuni perumahan,” tambahnya.

Syaifuddin Zuhri Ketua komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, mendukung sikap tegas yang akan dilakukan oleh pihak DCKTR kepada pengembang nakal.

“Kami dukung apa yang akan dilakukan oleh Eri Cahyadi. Kalau perlu pengembangnya diberikan sanksi,” tegas Syaifuddin.
Beberapa pengembang yang tidak menyerahkan fasum diantaranya ;

1.Andre Sunyoto, Njoo pengembang perumahan di kawasan Jalan Wonorejo Indah RT 3 RW 1.

2. Hoo Suyandhana Raharjo, SH, MH dengan alamat di kawasan Jalan Donorejo no 48-52.

3. PT Adhibaladika, pengembang di kawasan Bukit Darmo Golf.

4. Affandi, dengan alamat Rungkut Barata

5. PT Graha Andalan Permai pengembang perumahan Graha Mitra Asri.

6. PT Indosukma Perdana Abadi, pengembang Sukolilo Park Regency

7. PT Gunungsari Sakti Jaya, developer Graha Sampurna.

8.PT Graha Surya Kencana pengembang Kebraon Indah Asri.

9. PT Bumi Nusa Indah pengembang Pakal Residence

10. PT Artisan Surya Kreasi pengembang Bukit Golf

11. PT Darmo Green Land, pengembang Darmo Green Garden

12. Moch Safii/Drs. Sochid, pengembang di kawasan Jalan Labansari

13. Ivan Hanafi, perumahan Jalan Gunung Anyar Tambak Kav 67 dan 93-97.

14. PT Karya Multi Karsa pengembang Prambanan Residence

15. PT Abhirama Santika pengembang di kawasan Babatan Pilang.