PT KAI Tidak Juga Hadir

gusuranSurabaya-Untuk undangan dengar pendapat yang digelar Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan (Hum Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya kembali tidak menghasilkan apapun.

Moch Anwar angota Komisi A dalam penyampaiannya, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (KAI Daop) 8 Surabaya kembali tidak hadir.

“Pada undangan kali kedua yang diagendaan pada hari ini, tidak dihadiri PT KAI,” kata Anwar pasca rapat tersebut.

“Alasannya karena penggusuran tersebut, dianggap sudah sesuai prosedur,” terangnya.

Masih kata Anwar, penggusuran terhadap beberapa rumah itu diyakini oleh Anwar belum ada kesepakatan ganti rugi dengan warga.

“Kalau implasmen yang kita tangani dulu itu Rp (rupiah) 500 ribu permeternya,” aku Anwar. “Tapi ini lain, rumah dinas yang bisa dikatakan kelas 1, kalau itu program pemerintah harusnya nilainya diatas Rp 500 ribu, dan kalau itu diberlakukan oleh masyarakat yang non dinas tidak apa-apa,” paparnya.

“Tapi menurut kami, itu tidak memenuhi rasa keadilan,” tambahnya. “Itupun merupakan tanah negara lepas yang belum didaftarkan ke Badan Pertanahan Negara (BPN),” jelasnya.

“Kalau sampai undangan kali ketiga PT KAI juga tidak mau hadir, itu sama saja dengan melecehkan DPRD,” yakinnya.

Perlu diketahui, Komisi A akan mengundang kembali setelah tahun baru 2014 mendatang guna menyelesaikan permasalahan tersebut yang dianggap sama sekali tidak berpihak ke warga.