Proyek Drainase Pemkot Surabaya Mangkrak, Rekanan Cuci Tangan

drainase mangkrak

drainase mangkrak

Surabaya – Proyek pengerjaan saluran air di Dukuh Gemol, kelurahan Jajar Tunggal, Kec.Wiyung Surabaya terbengkalai. Pengerjaan proyek yang rehabilitasi saluran drainase / sungai yang bertujuan untuk mencegah banjir itu kini tak jelas pengerjaannya.

Pantauan wartawan di lapangan, proyek APBD Pemkot Surabaya itu menyisakan masalah, saluran air dibiarkan terbuka, sementara lahan galian pematusan menumpuk di pinggir saluran air hingga menghalangi jalan.
Menurut penuturan Heru, warga Gemol gg 1, proyek ini terakhir terlihat dikerjakaan sejak awal bulan ramadhan hingga awal agustus 2014. “Setelah itu, proyeknya mangkrak, tidak ada aktivitas pekerja” ujarnya, kepada wartawan.
Puncak kemarahan warga terjadi ketika acara tasyakuran hari kemerdekaan, yang digelar malam 17 agustus 2014. Sejumlah warga kesal karena undukan tanah menutupi akses jalan, sementara jalan gang ditutup total, praktis aktivitas warga terganggu.
Berdasarkan penelusuran wartawan, proyek Rehabilitasi Saluran Drainase/ sungai dengan nama paket Saluran Batu kali 100/80 + Pelat (gemol I D gang 1 no.2 RT.003 RW.003 itu menelan dana sekitar Rp.846.083.000,- , Pemenang lelang adalah CV Bintang Timur Utama, dengan alamat Jl.Ploso Baru 104 T Surabaya.
Sementara itu, Pemantau Anggaran Publik, Yoyok Arjuna, S.H. saat mendampingi perwakilan warga Kelurahan Jajar Tunggal, mengatakan pihaknya akan membantu warga melakukan advokasi, agar masalah ini segera tersolusikan.
Yoyok menduga, proses lelang yang ada di lingkungan pemkot penuh dengan rekayasa tanpa melakukan verifikasi pemenang lelang secara akurat. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa CV.Bintang Timur Utama kemudian mengalihkan Proyek dengan kode kegiatan 1.03.28.0021 itu kepada pihak ketiga.
Pria yang juga aktivis ini menyebutkan bahwa aturan dalam proses E-procurement sudah jelas, jika mengacu pada dokumen kode Lelang no. 2718010 disebutkan bahwa syarat kualifikasi adalah  memiliki kemampuan menyediakan fasilitas & peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.
CV Bintang Timur Utama, lanjut Yoyok, tidak memiliki kemampuan mengerjakan proyek saluran drainase, hingga akhirnya pekerjaan diserahkan ke pihak ketiga sesuai SPK pekerjaan no. 013/SPMK-IC/VI/2014  tertanggal 26 Juni 2014 dengan nilai Rp. 661.167.135,-.
“Karena diserahkan kepada pihak ketiga, dengan harga sangat murah maka akhirnya pekerjaan di lapangan menjadi terbengkalai. “ ujarnya.
Indikasi adanya makelar proyek di lingkungan pemkot Surabaya, imbuh Yoyok, makin terlihat jelas. Fakta ini menguatkan dugaan masih banyak kontraktor hitam (makelar proyek) di lingkungan pemkot yang melakukan kolusi dengan pejabat pemkot./*