Proses Scaning Formulir

Purnomo Satriyo Pringgodigdo

Purnomo Satriyo Pringgodigdo

Surabaya – Setelah melakukan pemungutan Suara pada tanggal 09/12/2015 lalu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya melakukan proses scaning Formulir C-1 yang datang dari seluruh Tempat Pemungutan Suara(TPS).

Purnomo Satriyo Pringgodigdo divisi Divisi Hukum, Pengawasan dan Sumber Daya Manusia Komisioner KPU Surabaya menyampaikan, bahwa proses scaning form C-1 tersebut menjadi bagian transparansi kepada masyarakat.

“Scan itu menjadi bagian akses informais kepada masyarakat terkait hasil perhitungan di TPS,” tambahnya. “Ada 5 kelompok petugas yang bertugas melakukan scanning,” terang Purnomo.

Masih kata Purnomo, jumlah form C-1 yang masuk ke KPU Surabaya sekitar 60 persen, dari 31 kecamatan. Sekitar 8 Kecamatan yang belum memasukkan form C-1 ke KPU.

8 Kecamatan itu diantaranya, Semampir, Gubeng, Tambak Sari, Gunung Anyar, Kenjeran, Tegalsari, Bubutan dan juga Tenggilis Mejoyo.

Purnomo mengungkapkan, sebanyak 8 rangkap form C-1 yang digunakan pada pilkada. “2 form C-1 ke paslon, 1 disampikan ke kecamatan, 1 lagi dari TPS ke KPU, kemudian C-1 berhologram yang ditaruh di dalam kotak suara,” terangnya. “C-1 berhologram yang akan dijadikan bahan rekapilutasi,” paparnya.

Purnomo menerangkan, pengiriman form C-1 ke KPU sesuai tahapan berlangsung mulai tanggal 10 hingga 16/12/2015.
“Tahapan sekarang rekapilutasi di kecamatan hingga nanti tanggal 16/12/2015,” jelas Purnomo.

Ketika disinggung masih minimnya partisipasi masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kali ini. Purnomo mengakui, hak itu terjadi akibat minimnya preferensi masyarakat terhadap pasangan calon (paslon) dan banyaknya batasan dalam proses penyelenggaraannya.

Purnomo menegaskan, anga golongan putih (golput) pada pilkada tahun ini 46 persen dari Pilkada sebelumnya sekitar 52 persen.