Program KIP Tidak Maksimal

Junaedi

Junaedi

Surabaya – Penerapan program pendidikan yang dijalankan oleh pemerintah saat ini, rupanya tidak berjalan maksimal. Seperti yang dismapaikan Junaedi Wakil Ketua Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Dari hasil reses beberapa waktu lalu, mendapat adanya banyak keluhan yang berasal dari masyarakat terkait warga penerima kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tidak dapat menggunakan selama 6 bulan.

“Ini program baik dari pemerintah pusat,” kata Juneadi. “Namun realisasinya tidak sesuai dengan fakta yang ada dilapangan,” tambahnya.

Program Indnesia Pintar yang dijalankan melalui KIP adalah program kelanjutan untuk bantuan siswa miskin yang mencakup siswa dari jenjang pendidikan milai dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/K).

Begitu juga dengan siswa yang belajar di Pusat Kegiatan Belajar (PKBM), anak jalanan, difabel, panti asuhan yang masih usia sekolah dari keluarga ekonomi terendah.

Tujuannnya, meninghkatkan akses pelayanan pendidikan, mencegah anak putus sekolah bahkan juga menarik siswa yang putus sekolah.

Junaedi berharap, realsiasi program Indonesia pintar sesuai dengan rencana yang disusun oleh (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) supaya masyarakat kurang mampu yang menerima layanan tersebut bisa menikmatinya.