Program Kesehatan Semakin Sulit

Baktiono

Baktiono

Surabaya – Adanya peraturan baru yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terkait tata cara pengurusan BPJS yang diterapkan sejak tanggal 01/11/2014 malah semakin mempersulit masyarakat.

Baktiono anggota Komisi D Komisi bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengatakan, memang sejak dikeluarkanya peraturan baru oleh BPJS.

Terutama progam yang Penerima Bantuan Iuran (PBI) membuat masyarakat untuk saat ini tidak semakin mudah untuk mendapatkan kartu BPJS.

“Kalau progam yang lama kan tidak, kalau progam yang lama itu bagus, misalnya bayinya sakit, jadi keluarganya masih diberi waktu 7 hari kerja untuk mengurus kartu BPJS agar bayinya juga gratis, itu pun masih dikeluhkan masyarakat, saya rasa progam yang lama jauh lebih bagus,” ungkapnya.

“Makanya kalau membuat aturan harus menggunakan logika berdasarkan kelayakan dan kepatutan dalam membuat peraturan, kalau memang pemerintah ingin membuat peraturan baru, harusnya dikaji terlebih dahulu, kami menyarankan agar hal ini bisa ditinjau ulang untuk persyaratanya,” tegas Baktiono.

Baktiono mengharapkan, kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus melakukan terobosan. Yang pertama harus membangun Rumah Sakit (RS) disetiap propinsi, yang terutama kelas A.

Sebab, berdasarkan fakta dilapangan banyak RS yang tidak menampung jika ada pasien yang ingin merujuk seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya.

“Sekarang ini saja di Dr Soetomo waiting listnya sudah mencapai tiga ribu enam ratus pasien yang belum tercover, maka dari itu kami mengharapkan agar kementerian kesehatan mampu untuk membangun rumah sakit agar kapasitasnya semakin luas dan mampu mengcover seluruh pasien yang ingin berobat,” pungkasnya.