Presiden Terpilih Jokowi-JK Figur Raja Daud Diminta Lakukan Efisiensi Dan Menghapus Beban Subsidi ( Penutup)

Surabaya, portal-nasional.co

jokowi-jk

jokowi-jk

Presiden terpilih Jokowi-Jk dinantikan semua pemilihnya dilantik tanggal 20 Oktober 2014 dan langkah awal yang dinantikan masyarakat adalah penyusunan kabinet yang akan bekerja 5 tahun kedepan, pemilihnya berharap langkah Jokowi -Jk menetukan struktur kabinet yang ramping dan efisien tapi tetap efektip dalam mencapai tujuan yang diusung presiden tersebut saat kampanye lalu,

Untuk melakukan perampingan dan memilih kabinet memang hak perogatif presiden tapi untuk menggunakan dana dari masyarakat hak pengawasannya ada di DPR yang merupakan perwakilan dari masyarakat oleh karena itu perampingan dan efisiensi dari kabinet yang akan dipilih presiden menjadi keharusan sesuai janji kampanyenya dulu.

Melakukan efisiensi disegala bidang dan menata struktur organisasi di lembanga eksekutif merupakan alat untuk mencapai efisiensi dan menteri pendayagunaan aparatur negara harus benar – benar mampu menentukan job description aparatur hingga terlepas dari overlapping tenaga PNS dan sampi saat ini kemajuan teknologi impormasi dan elektronik di jajaran pemerintahan belum terlihat gaunggya sebab penerimaan PNS masih terlihat convensional dan tenaga PNS masih bayak yang mubazir dan kalau kita lihat di kantor – kantor pemerintah baik di pusat maupun di daerah jam 10 pagi sudah banyak yang cangkruk di warung atau kantin ini menandakan job discription dalam penerimaan PNS belum berhasil .

Sebenarnya menurut penulis mudah untuk mengamati apakah PNS bekerja sesuai beban kerja atau sesuai job descriptionnya pada saat jam kerja meja – meja di kantor itu akan banyak yang kosong ini pertanda beban kerjanya tidak sesuai jumlah tenaga yang ada di unit tersebut, sehingga masyarakat banyak yang beranggapan penerimaan PNS terkesan politisnya daripada propfesionalnya boleh kita lihat belakangan ini PNS diperpanjang masa pensiunnya 2 tahun lagi, hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian Jokowi-Jk dalam menetukan aparatur negara yang profesional untuk menghindari pemborosan baik tenaga dan duit yang menggaji pegawai tersebut.

Dalam hal melepas beban subsidi saat ini presiden terpilih dapat menggunakan momentum partisifasi masyarakat dalam pilpres kemaren untuk mengajak masyarakat agar memahami beban ekonomi akibat besarnya subsidi yang ditanggung negara, baik BBM,Gas dan Listrik sampai kapan masalah ini dapat diatasi ? selama 5 tahun kedepan pemerintahan Jokowi-Jk bagaimana caranya menghapus beban subsidi ini dan secara riel di masyarakat mampu menanggung beban subsidi tersebut, sehingga subsidi yang dimaksud tidak salah sasaran dan dapat menciptakan keseimbangan harga oleh karena itu pemerintahan Jokowi – Jk dalam 5 tahun bekerja beban subsidi ini sudah lepas dan harga keseimbangan pasar akan tercapai sehingga monopoli dalam masalah BBM ini akan clear dan produksi BBM dalam negeri akan ditingkatkan dengan membangun kilang – kilang minyak yang baru sehingga ketergantungan kita pada impor BBM akan terjawab dan subsidi BBM dapat dihapus dalam 5 tahun ini,

Mungkin ada masyarakat yang setuju dengan penulis revolusi mental yang dibawa Presiden terpilih jokowi-JK dalam 5 tahun ini berhasil atau tidak tentu sulit untuk mengukurnya dan menurut Penulis secara reka Рreka aja berhasil tidaknya revolusi mental yang dilaksanakan Jokowi РJK mungkin indikatornya dapat kita lihat banyaknya kasus-kasus di kepolisian sampai pengadilan dan bahkan sampai ke LP jika jumlah ini meningkat tajam dari pemerintahan sekarng ini tentu revolusi mental ini kita anggab belum berhasil, banyaknya orang anak putus sekolah karena miskin dan bahkan jika pasien rumah sakit semakin bertambah banyak  dari sejak  mulainya pemerintahan Jokowi -Jk revolusi mental sudah harus mulai dihitung setelah 5 tahun ini jika pengadilan sudah sepi LP tidak over load dan rumasakit sepi pendidikan sudah maju tidak ada lagi anak yang putus sekolah tentu masyarakat akan memilih  lagi Jokowi РJK jika mencalonkan diri tahun 2019 Р2024, selamat bekerja pak presiden***** ( penulis Herry P Tampubolon Alumni PLKP anggkatan 22 Institut Bankir Indonesi, Kemang Jakarta Selatan )