Presiden Terpilih Jokowi-JK Figur Raja Daud Diminta Lakukan Efisiensi Dan Menghapus Beban Subsidi ( Bagian-2 ))

Surabaya, portal-nasional.co

jokowi-jk

jokowi-jk

Pada Pilpres yang baru lalu agaknya penulis merasakan perbedaan Jokowi-Jk dengan Prabowo-Hatta ada pada revolusi mental yang diusung Jokowi-Jk  yang bertujuan untuk memperbaiki dan mengisi kemerdekaan bangsa ini agar menjadi bangsa yang besar, adil dan makmur yang akan diperhitungkan dunia dalam tingkat global.

Dalam masa transisi ini kiranya presiden terpilih Jokowi-JK dalam menyusun kabinetnya memperhatikan efisiensi dalam menjalankan roda pemerintahan tentu efisiensi tersebut harus efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk membuka kesempatan kerja serta meningkatkan income perkapita masyarakat yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat sehingga masyarakat mampu membayar kewajibannya kepada negara melaui pajak maupun penerimaan negara bukan pajak lainnya yang dipakai pemerintah dal;am melaksanakan kebijaklan fiskalnya,

Efisiensi yang efektif dalam menyusun struktur kementerian hendaknya menghilangkan tumpang tindih dan pemekaran struktur yang seharusnya dapat dijalankan seorang Dirjen tidak perlu membentuk satu kementerian dalam rangka mencapai tujuan yang dicanangkan dalam rencana jangka pendek dan jangka panjangnya sehingga kementerian yang ada sekarang ini tentu harus dikaji apakah dipertahankan atau digabungkan atau sama sekali dihapus dengan tidak terkesan bongkar pasang kementerian setiap ganti presiden ganti kementerian harus dihindari

Efisiensi dalam penghematan belanja rutin maupun belanja modal sangat menentukan nilai riel dalam perekonomian sebab akan terhindar dari biaya mark Up sehingga harga keseimbangan pasar akan tercapai dalam segala bentuk belanja modal dan yang paling utama dalam menjalankan roda pemerintahan tersebut Jokowi -JK pada setiap level pemerintahannya harus menghindari program yang tidak perlu yang hanya menjadi bancaan petugas – petugas yang melaksanakan program tersebut sebab saat ini bukan lagi memerlukan seminar, sosialisasi dan sejenisnya tetapi saatnya kerja, kerja dan kerja.

Saat ini kita disuguhkan para politisi kita di Senayan tentang RUU Pemerintahan Daerah dan Pemilukadanya apakah secara langsung atu melalui DPRD tentu ada 2 pendapat yang kita lihat baik koalisi Merah putih yang dulu membawa Prabowo-Hatta saat Pilpres menghendaki Pemilu Kada Melalui Pemilihaan di DPRD maupun koalisi yang membawa Jokowi-JK menginginkan Pemilihan secara langsung oleh rakyat kedua pendapat ini beralaskan efisiensi apakah Efektifnya dapat ? hal ini menjadi pertanyaan masyarakat.

Pada saat Pilpres yang baru lalu kita ini sebenarnya sudah mempunyai modal dasar untuk mengembangkan demokrasi ala kita sendiri apakah namanya demokrasi pancasila atau demokrasi kemaslahatan terserahlah namanya yang jelas dari keadaan pilpres itu dengan mobilisasi rakyat sudah bergeser kepada partisipasi masyarakat hal ini harus kita syukuri sebab saat pada kondisi partisipasi masyarakat masalah money politik sudah tidak ada lagi oleh sebab itu masyarakat berharap pilihan langsung tersebut masih lebih baik untuk menjaring putra putri terbaik bangsa ini untuk muncul menjadi pemimpin yang amanah dimasyarakat oleh sebab itu masalah pilkada ini jika konsepnya Efisiensi biayanya menurut hemat penulis dalam RUU tersebut dibuat pemerintah dan diajukan sebelum Pilpres sehingga belum melihat adanya partisifasi masyarakat dalam pilpres itu menurut hemat penulis kegundahan pemerintah saat itu sebab banyak kepala daerah yang tersandung pidana korupsi sebab diduga biaya yang dikeluarjkan saat Pilkada akan dikembalikan saaat sdh tetpilih sehingga banyak kepala daerah yang tersandung korupsi.

Seandainya partisipasi masyarakat dalam pemilukada maupun pileg ataupun Pilpres tumbuh kembang dimasyarakat orang – orang jujur dan iklas bekerja menjadi pemimpin dimasa yang akan datang akan lahir sehingga masalah korupsi akan semakin berkurang dan akan habis seiring waktu oleh karena itu demokrasi yang kita bangun ini haruslah melahirkan pemimpin yang amanah yang dipilih rakyat sebab suara Tuhan adalah Suara Rakyat untuk menjadi orang yang jujur dan iklas bekerja secara amanah akan terjadi sesuai proses waktu dan ujian hidup ( Bersambung ).