Presiden Terpilih Jokowi – JK, Figur Raja Daud Diminta Lakukan Efisiensi, Dan Menghapus Beban Subsidi (Bagian – 1)

jokowi-jk

jokowi-jk

Surabaya portal-nasional.co – Pada tulisan – tulisan saya yang terdahulu selalu saya garis bawahi saya tidak memiliki legalitas dalam politik praktis penulis hanya menganalisa dari aspek lain yaitu kejujuran dan sura hati nurani yang tidak berhubungan dengan kemampuan kehlian seperti politik, ekonomi komunikasi dan lainnya yang sudah banyak ahli yang membahas itu dalam Pilpres yang lalu,  presiden dan wakil terpilih yang ditetapkan KPU adalah Jokowi – JK.

Sebenarnya ulasan saya sangat berhubungan dengan kemampuan manusia untuk berkomunikasi dua arah kepada sang khalik tentang apa yang akan terjadi sebelumnya, terjadi sekarang ini dan yang akan terjadi dikemudian hari, seandainya saya punya legalitas dalam politik praktis saya akan dengan lugas menuliskan Jokowi – JK akan terpilih jadi Presiden dan wakil presiden Tahun 2014  karena mereka inilah figur raja Daud yang akan memimpin Tahun 2914 – 2019 jadi tidak harus penulis menjaga – jaga perasaan pihak Prabowo – Hatta sebab penulis sudah mengetahui sebelumnya bahwa yang akan menang adalah Jokowi- JK, pada tulisan saya yang I bagian yang ke -4  ( portal-nasional.co tanggal 24 April 2014) penulis telah menurunkan gambar 3 orang figur yang akan menerima figur Raja Daud yaitu bapak Jokowi, Bapak Aburizal Bakri dan Bapak Dahlan Iskhan namun yang ditetapkan KPU sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden  adalah Bapak Prabowo Subianto-hatata Rajasa dan Jokowi _JK tentu penulis memaknai tulisan tersebut presiden terpilih adalah Bapak Jokowi – JK sebab 2 figur lainnya tidak ikut dalam calon presiden yang ditetapkan KPU hal tersebut sudah menjadi Putusan dari orang – orang tua kita yang dapat berkomunikasi secara 2 arah kepada Allah pencipta langit dan bumi dan segala isinya.

Pada tulisan saya yang Ke II pada bagian yang ke-7 saya terkesan atas figur bapak Dahlan Iskhan yang saat itu di gadang – gadang partai Demokrat menjadi calon presiden melalui konvensi dan pada akhirnya menjadi pemenang konvesi partai demokrat namun tidak menjadi calon presiden yang ditetapkan KPU dan beberapa hari setelah penetapan calon presiden dari KPU Dahlan iskhan menyerahkan suara dan relawannya kepada Jokowi- JK dan saat itu penulis memaknai pernyataan Dahlan Iskhan dari menjemput takdir, menunggu takdir serta menyerahkan takdir kepada Jokowi-JK pada saat acara penyerahan suara dan relawannya tersebut beliau berpendapat separoh jiwanya ada pada Jokowi dan separoh lagi ada pada JK.

Proses pilpres ini tinggal menunggu pelantikan presiden dan wakilnya tanggal 20 Oktober 2014, masyarakat Indonesia Sehrusnya mengapresiasi kubu Prabowo- Hatta telah melakukan rangkaian hak konstitusional sampai menggugat perolehan suara ke Mahkamah konstitusi karena hal tersebut adalah hak Konstitusional pihak yang merasa secara hukum masih punya peluang untuk memenangkan pilpres tersebut namun pada saat pengumuman MK gugatan prabowo- hatta ditolak oleh MK, kita harus mengapresiasi gugatan tersebut bukan hal yang menakutkan sebab dikemudian hari pada pilpres berikutnya Para pasangan calon akan benarar- benar jujur dan adil ( Jurdil) dalam bertarung dalam Pilpres sebab pengadilan menanti ( MK) akan menganuilir putusan KPU dalam penetapan Pemenang Pilpres seandainya dapat dibuktikan hal tersebut diraih dengan cara – cara yang kotor untuk itu masyarakat indonesia harus mengapresiasi langkah hukum yang ditempuh prabowo – hatta sebab setelah keputusan MK Pihak Prabowo – Hatta ( Koalisi Merah putih ) telah menerima putusan MK tersebut walaupun dalam catatan belum mencerminkan keadilan yang substansif dan pihak Jokowi -JK juga kita minta mengapresiasi Langkah Prabowo – Hatta tersebut dengan demikian legitimasi Jokowi – JK akan semakin kuat sebab sudah melalui tahapan sampai Penetapan MK oleh sebab itu mulai sekarang salam 3 jari dari Jokowi – JK harus sudah dimulai secara lahir dan batin sehingga sudah tidak ada lagi pengkotak – kotakan masyarakat sudah menjadi rakyat indonesia bersatu.

Penulis mencoba mengoret – oret kira -kiara apa yang diharapkan masyarakat indonesia pada saat pilpres yang lalu baik masyarakat yang terang – terangan memilih Jokowi maupun Prabowo karena kita sudah sepakat salam 3 jari menurut hemat penulis Jokowi – JK juga harus mengadopsi Program Prabowo – Hatta sebab masyarakat yang memilihnya juga lebih dari 60 juta orang jadi mohon maaf jika hanya menjalankan visi misi dari Jokowi -Jk saja yang akan dilaksanakan 5 tahun ke depan saya ragu kekuasaan tersebut akan hilang periode 2019 untuk itu pihak Prabowo – Hatta maupun lainnya sejak sekarang jika ingin jadi presiden tahun 2019 dari sekarang sudah harus menyiapkan blu print arah pemerintahan yang akan diusungnya dan mengkritisi apa yang akan dilakukan Presiden dan wakilnya ini 5 tahun ke depan , untuk itu penulis mencoba menuliskan keinginan rakyat bersatu ini untuk 5 tahun ke depan ( Bersambung )