Pos Pantau Berubah Fungsi

polisiSurabaya – Indahnya Surabaya yang terus berbenah sekaligus mempercantik diri agar menjadi kota tingkat dunia maupun detinasi wisatawan.

Rupanya tidak didorong oleh salah satu instansi pemerintah di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi (Jen Pol) Badrodin Haiti Kelapa Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Hal tersebut dapat dilihat pada pos pantau yang masuk dalam wilayah hukum Keolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak. Pos polisi yang berada pada pertigaan Jalan Perak Barat dan Timur serta yang mau ke Jalan Gresik malah dijadikan gudang kendaraan bermotor.

Syaifuddin Zuhri ketua Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya sangat menyayangkan sikap dari institusi pemerintah bidang hukum.

“Seharusnya semua institusi, termasuk Kepolisian yang berada di wilayah hukum kota Surabaya juga mendukung sekaligus mendorong program area terbuka hijau, yang tergetnya 30 persen dari luas wilayahnya,” katanya.

“Kami minta Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk segera mencari lokasi untuk pemindahannya, kalau pos pantaunya saja silahkan,” himbaunya.

“Karena siapapun tidak boleh menggunakan lahan yang telah diperuntukkan sebagai area terbuka hijau untuk kepentingan lain, termasuk dijadikan sebagai tempat penampungan kendaraan bermotor,” terangnya.