Polisi Indonesia Terapkan “Legal Murder”

polisiSidoarjo – Kasus salah tangkap yang berakhir pada penganiayaan hingga korban meninggal sudah tidak terhitung di wilayah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang saat ini berada dibawah kepemimpinan Jenderal polisi (Jen Pol) Sutarman selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Kali ini korbannya, Imron Zainuddin merupakan korban salah tangkap anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Sukodono.

Kejadian itu berawal dari Imron bersama rekannya melihat musik hiburan. Suasana yang awalnya kondusif berubah menjadi ajang tawuran, dan Imron menjadi korban pelemparan batu.

Tidak membutuhkan waktu lama Polsek Sukodono mengamankan Imron, dan pihak istri mendatangi Polsek Sukodono dengan membawakan kebutuhan.

Pagi hari ternyata nyawa Imron dinyatakan meninggal oleh Polsek Sukodono. Berdasar keterangan yang berhasil dihimpun, Imron tidak memiliki catatan medis adanya kelainan jantung.

Sepertinya pihak Polri menerapkan Legal Murder untuk standarisasi pemeriksaaan hingga membuat korban meninggal. Padahal dengan suara lantang Polri mengedepankan “Praduga Tak Bersalah” namun faktanya lain.