PK PG Dorong Segera Musdalub

pgSurabaya – Polemik kepengurusan Dewan Piminan Daerah Partai Golongan Karya (DPD PG) Surabaya sampai saat ini terus berlanjut.

Meskipun kepemimpinan partai berlambang beringin ini sudah dikendalikan oleh pelaksana tugas (plt). Namun beberapa Pengurus Pecamatan (PK) PG kecewa berat.

Sedikitnya 18 perwakilan PK PG menedatangi kantor DPD PG Surabaya. Mereka menuntut Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) segera digelar. Sehingga DPD Golkar Surabaya dipimpin ketua definitif.

Perwakilan pengurus kecamatan itu diantara berasal dari PK PG Dukuh Pakis, Lakarsantri, Wonocolo, Sawahan serta juga Sukomanunggal.

Lala Sudarwanto pengurus PK PG Dukuh Pakis mengatakan, kehadiran mereka guna meminta konfirmasi terkait pelaksanaan Musdalub PG DPD Surabaya.

“Berdasarkan amanah rekonsiliasi, Munaslub dipercepat, untuk wilayah Surabaya karena dipimpin Plt, maka didorong segera lakukan Musdalub, sampai saat ini belum ada kejelasan kapan digelar,” ujarnya.

Masih kata Lala, pelaksanaan musdalub yang belum ada kejelasan menimbulkan keresahan di kalangam pengurus kecamatan. Diperparah dengan adanya pergantian pengurus yang seharuanya tidak perlu dilakukan sebelum Musdalub digelar.

Menurutnya, pergantian kepengurusan itu berpotensi menyebabkan situasi PG Surabaya tidak solid. “Kita juga menanyakan sejauhmana kewenangan plt melaksanakan musdalub,” ucapnya.

Lala mengungkapkan, Musdalub dijadwalkan pada awal bulan 03/2016 mendatang. Even 5 tahunan ini dipercepat karena DPD Golkar Surabaya saat ini dipimpin oleh Plt.

“Ini masih katanya, Munas dilaksanakan bulan 04/2016, berarti logikanya kalau dipercepat ya Maret ini,” kata Lala.

Lala juga menyinggung perihal pergantian ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya. Dia pesimis pergantian itu bisa mengakomodasi kepentingam partai di dewan. Seharusnya, jika memang ada pergantian, lebih baik dilakukan setelah Musdalub.

“Teman-teman menghendaki pergantian ketua Fraksi PG setelah Musdalub, karena kita butuh energi banyak, jadi supaya tidak terkuras dengan memikirkan pergantian. Pergantian itu bisa menyebabkan konflik,” terangnga.

Gesekan diantara pimpinan DPD PG Surabata, lanjutnya, bisa berimbas pada kader-kader PG di tingkat bawah. Hampir dipastikan, pergantian fraksi menimbulkan gesekan kuat. Sehingga kader di tingkat grassroot.

“Kita bakal terombang-ambing. Yang satu ikut sana, yang satu ikut sini. Jadi capek kita,” tandasnya.

Menanggapi keluhan dari kader PG, pengurus DPD PG Surabaya cenderung bungkam. Bahkan, kehadiran belasan pengurus sejak sekitar pukul 19.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) malam, baru bisa ditemui Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Surabaya, M. Alyas sekitar pukul 22.00 WIB.

“Kami masih pleno. Sehingga belum bisa menemui sejak tadi,” kilah M. Alyas saat dikonfirmasi.

Alyas berdalih, kesiapan pelaksaan Musdalub sudah dibentuk tim dari tingkat Kecamatan hingga Kelurahan. Itu setelah diterbitkannya Juklak nomor 03 tentang pelaksanaan sekaligus sosialisasi.

“Namun perlu disadari ada dinamika-dinamika yang terjadi. Tahu sendirilah, suhu di internal masih terjadi konsolidasi,” katanya.

Namun, adanya pelaksanaan yang ditengarai dilakukan diam-diam, disanggah oleh Alyas. Termasuk, rencana pergantian pengurus. Menurut dia, SK Kepengurusan di tingkat PK sedianya telah habis masa periode.”Jadi bukan disengaja,” ucapnya.

Alyas mengatakan, semangat PG menjelang Musdalub adalah menjaring aspirasi secara ‘Bottom-Up’. Namun, hal tersebut nantinya akan berjalan pasca digelarnya Munas, hingga pelaksanaan Musdaprop.

“Nanti mekanismenya pasti seperti itu, sementara kita menunggu Musdaprov hasilnya, kemungkinan pada awal bulan 04/2016,” pungkas Alyas.