Pipa Harusnya Berstandar Internasional

Komisi C Dengar Pendapat Dengan PT PGN

Komisi C Dengar Pendapat Dengan PT PGN

Surabaya – Beberapa hari terakhir ini muncul adanya pipa jaringan gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang dinyatakan tidak memenuhi Standart Organisasi Internasional (ISO).

Rini Retno Wulan merupakan mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Indopipe dalam dengar pendapat dengan Komisi C Bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya

Rini mengatakan, pipa PT Indopipe untuk jaringan gas mengacu pada sertifikasi Lemigas di ISO 4437.

Namun pengujian untuk sertifikasi dikeluarkan tahun 2009 dan tidak relevan dengan waktu saat pipa diproduksi.

Masih kata Rini, kebocoran pipa gas penyebabnya banyak. Idealnya pipa jaringan gas harus menjalani uji sebelum dipasarkan.

Kalau kwalitasnya sudah teruji tentu tidak perlu dikhawatirkan, mengenai adanya kebocornya. Hal itu, bisa saja terjadi kesalahan dari pemasangan instalasi.

Syaifuddin Zuhri Ketua Komisi C DPRD Surabaya mengatakan, seharusnya pipa yang dipasang pada jaringan gas harus bersertifikasi internasional demi untuk jaminan keamanan.

Perlu dikerahui, sebelumnya telah terjadi kebocoran pipa di kupang Krajan.