PG Masih Ricuh

Partai Golongan Karya

Partai Golongan Karya

Surabaya – Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Rekonsoliasai dan Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah Parta Golongan Karya Jawa Timur (Musda DPD PG Jatim) rupanya kegaduhan terus terjadi.

Beberapa waktu lalu rapat Pleno DPD II PG Surabaya, berbuntut protes Pengurus Kecamatan (PK). Bahkan rapat yang dipimpin Moch Alyas Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Surabaya berjalan alot dan berakhir buntu.

Kekecewaan pimpinan PK PG seluruh Surabaya diakibatkan Moch Alyas menyampaikan pergantian struktural untuk Fraksi PG Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Mayoritas pengurus menolak penggantian Ketua Fraksi PD DPRD Surabaya karena tidak melalui mekanisme partai,” kata Asrofi Wakil Sekretaris DPD PG Surabaya.

Beberapa diantara peserta sempat membanting kursi karena jengkel dan memilih meninggalkan ruang rapat.

Pergantian Antar Waktu (PAW) struktural yang akan dibacakan memuat pergantian nama dan jabatan pada posisi bendahara, sekretaris maupun wakil sekretaris.

Nama-nama tersebut diantaranya, Agung Prasodjo, Binti Rohma serta Hardiyansah. Mereka bertiga menggantikan Lis, Didik Wijayanti dan Kurniadi yang masing-masing masih menjabat bendahara, sekretaris dan wakil sekretaris DPD Golkar Surabaya.

Tidak hanya itu, Agung yang juga masuk pengurus harian, dia ditempatkan pada posisi ketua fraksi yang saat ini dijabat oleh Pertiwi Ayu Khrisna.

Masih kata Asrofi, pergantian Ayu ke Agung bertentangan dengan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PG. Karena Agung juga merangkap jabatan sebagai tim Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bapilu) DPD I PG Jatim.

“Pada posisi ketua, seharusnya beliau paham aturan AD/ART partai, tidak bisa seenaknya sendiri,” tambahnya.