Perwira Polda Jabar Terima Suap

Kepolisian Daerah Jawa Barat

Kepolisian Daerah Jawa Barat

Jakarta – Tidak ingin dikatakan sebagai instansi penegak hukum yang tidak reformasi, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) bergerak cepat dengan mengamankan 2 perwira Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menjadi tersangka kasus suap penanganan kasus judi online.

Seorang Periwa berpangkat Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) III Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar serta seorang berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) sebagai Perwira Unit (Panit) II Subdit III Ditreskrimum Polda Jabar.

Kedua perwira yang patut dijadikan contoh bagi perwira lainnya dijajaran Polri. Kedunya terbukti menerima suap setelah membuka 18 rekening yang diblokir milik bandar judi online tahun 2013 lalu.

Rupanya langkah yang diambil itu tanpa sepengatahuan dari Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Jabar, seperti yang disampaikan Komisari Besar Polisi (Kombes Pol) Yudhiawan Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse dan Kriminal (Tipikor Bareskrim) Mabes Polri.

Mabes Polri sudah mencuim adanya suap tersebut, dengan rincian kronologi, tanggal 17/06/2014 rekening dibuka. Pada tanggal 23/07/2014 di lapangan parkir Polda Jabar, perwira berpangkat AKP mengambil uang senilai Rp (rupiah) 60 juta.

Ternyata sebelumnya perwira berpangkat AKP juga pernah mengambil uang senilai Rp 240 juta dan Rp 70 juta.

Pada bulan 07/2014 seorang perwira berpangkat yang menjabat AKBP sebagai Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jabar telah melakukan Tipikor. Perwita tersebut juga penerimaan uang senilai Rp 5 miliar terkiat judi online dengan lokasi di Koya Wisata Desa Ciangsana Bogor.

Akibat perilaku 2 perwira itu, Mabes Polri menjerat Undang-Undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor revisi UU nomor 20 tahun 2001.