Perusahaan Monopoli, Tidak Akui Pelanggan Baru

PDAMSurabaya – Peningkatan layanan penyaluran air bersih pada masyarakat surabaya yang dilakukan oleh perusahaan monopoli milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Dalam dengar pendapat di komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya terkait layanan Short Message Service (SMS).

Khusnul Khotimah anggota Komisi B menyinggung tentang layanan SMS. “Anggaran dari mana PDAM menggunakan layanan SMS untuk pelanggan baru yang lama,” tanyanya.

“Sudah kita tambahkan, mulai tahun 2013 pada fitur-fiturnya,” kata Ashari Mardiono Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (Dirut PDAM) Surabaya.

“Mengenai besaran biaya yang dikeluarkan oleh PDAM, tergantung provider, dan biaya SMS tidak dibebankan ke pelanggan,” ungkapnya.

“Per SMS nilainya Rp (rupiah) 200, mengenai anggaran tahun ini belum bisa diputuskan, pada tahun 2013 kemarin, pagunya tidak lebih dari Rp 40 juta, itu masih ada sisanya,” terang Ashari.

Namun fakta dilapangan, beberapa warga yang sudah mengajukan permohonan saluran air bersih sudah sejak lama ternyata tidak diakui oleh Ashari.

“Kalau mereka sudah mendaftar tentu sudah masuk, namun pengajuan mereka tidak ada,” elak Ashari pasca dengar pendapat sambil lalu.