Perubahan Nama Jalan, Masih Ditolak

Vincensius

Vincensius

Surabaya – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pedoman Pemberian Nama Jalan dan Sarana Umum sudah masuk pada tahap Pandangan Umum (PU) fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Rupanya Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (Handap) menyatakan menolak. Dimana penolakan tersebut didasari atas 3 aspek. Diantaranya, historis, administrasi dan juga kepatutan.

Vinsensius dari F-Handap menyampaikan, perubahan nama jalan pernah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat

“Fraksi kami tetap meminta agar pembahasan Raperda ini nanti tidak serta merta mengabaikan adanya persoalan tersebut,” ungkapnya.

Masih kata Vinsensius, berdasar catatan sejarah, kedua jalan ini adalah bagian dari jaringan jalan antar kota tertua di Indonesia.

kedua nama jalan tersebut adalah saksi sejarah, melekat di ingatan kolektif publik.

“Pada tahun 1809-1811, Gubernur Hindia Belanda Willem Herman Daendels membangun jalur pos yang menghubungkan Anyer-Panarukan,” urainya.

“Saat menembus Surabaya, jalan itu melalui desa Dinoyo. Sedangkan Gunungsari adalah percabangannya, 2 jalan ini adalah satu rangkaian,” terangnya.