Perluasan RS Terkendala Warga

RSUD Soewandhie

RSUD Soewandhie

Surabaya – Polemik soal status tanah ijo rupanya tidak ada ramuan yang tepat. Bahkan mulai berimbas pada program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Kali ini terjadi pada rencana perluasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewandhie yang dilaksanakan tahun 2015 mendatang. Lahan yang dihuni sejak lama oleh beberapa warga disekitar RSUD dr Soewandhie.

Dalam dengar pendapat di Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan (Hum Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Badan Pengelolaan Tanah Bangunan (BPTB) Surabaya akan mengambilalih lebih dari 30 rumah di Tambak Rogo, Tambak Bening serta Tambak Jati.

Jumlah lahan yang diambil alih mencapai 61.300 ribu meter persegi. Sejak awal 2014, para warga sudah disosialisasi untuk segera pindah. Warga juga sudah dibebaskan dari pembayaran Izin Penggunaan Tanah (IPT).

“Banyak juga warga yang membeli lahan itu dari perorangan, padahal, status lahan itu adalah milik Pemkot, selain itu, belum tentu Pemkot memiliki izin sah atas lahan itu ,‚ÄĚ kata kuasa hukum warga, M Sholeh.

Sementara itu, dewan menyoroti soal tidak adanya kompensasi terhadap beberapa warga. “Sebab, nasib mereka juga harus diperhatikan,” kata Herlina Harsono Njoto Ketua Komisi A.

Haraan legislatif mendapat reaksi dari Maria Theresia Ekawati Rahayu selaku Kepala DPBT. “Kalau dianggarkan, akan muncul teguran,” ungkapnya.

Dari pembahasan tersebut ternyata belum menemukan titik temu akan nasib kejelasan beberapa warga disekitar RSUD dr Soewandhie.