Perlu Adanya Pembenahan Kondisi PD RPH Surabaya

pasarSurabaya – Permasalahan yang sempat mencuat mengenai permintaan penyertaan modal Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Surabaya.

Pada akhirnya terpecahkan disaat Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi.

Disaat sidak, Komisi B Surabaya menemukan fakta bahwa memang RPH Surabaya perlu adanya pembenahan yang bersifat mendesak pada beberapa bangunan.

“Kalau kita menilai bahwa pengajuan perbaikan bangunan itu cukup masuk akal,‚Äú kata Edi Rachmat Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya.

‚ÄúBisa dilihat di lapangan, kondisi bangunanya sangat parah, bahkan mengenaskan,” terangnya.

Masih kata Edi, kondisi RPH saat ini memang perlu uluran tangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang bersifat mendesak dan membahayakan para pekerja.

“Jangan ngomong masalah kebersihan,‚Äú tuturnya. ‚ÄúBangunan ini sudah membahayakan karena atapnya banyak yang lubang,” ungkap Edi.

Edi menyampaikan, bahwa pada kasus RPH ini penyertaan modal yang dimaksud adalah perbaikan bangunan yang memang sudah memprihatinkan kondisinya, bukan penyertaan modal untuk usahanya.

“Direkturnya bilang pada saya, bahwa RPH tidak usah dikasih duit, tapi renovasi bangunan saja sudah cukup,‚Äú urainya.

‚ÄúJadi pengertian penyertaan modal yang selama ini berkembang dan menjadi polemik itu kurang tepat menurut kami,” bebernya.

Teguh Prihandoko Direktur Utama (Dirut) PD RPH Surabaya mengatakan, bahwa dirinya hanya menunjukkan kondisi nyata di lapangan tentang kondisi bangunan RPH.

“Saya hanya menyampaikan kondisinya saja mas, karena menurut kami itu membahayakan,” ujarnya.

Teguh menerangkan, nilai Rp (rupiah) 30 miliar itu hanya untuk renovasi bangunan. Namun detail besarannya, dirinya mengaku kurang menguasai.