Peringatan Untuk Aparat

Korban Salah Tangkap Aparat

Korban Salah Tangkap Aparat

Jakarta – Peraturan Pemerintah (PP) nomor 92 tahun 2015 merupakan revisi dari PP sebelumnya yaitu PP nomor 27 tahun 1983 terkait salah tangkap dan peradilan sesat.

Membuat beberapa kalangan masyarakat merespon serta menyampaikan berbagai statemen. “PP itu sangat manusiawi, serta menjadi peringatan keras terhadap para penegak hukum,” kata Sisi.

“Main tangkap tanpa melihat orang tersebut benar-benar target apa bukan dan dia itu pelaku atau bukan, itulah penegak hukum Indnesia,” sesalnya.

“Sebelumnya para aparat hukum dan negara tidak memikirkan, nasib korban salah tangkap, bahkan sama sekali tidak membersihkan nama mereka, jadi dimata masyarakat, mereka tetap sebagai pelaku kejahatan,” kata Willy.

“Dibenak para aparat, sama sekai tidak berfikir, kelangsungan keluarga akibat salah tangkap, keluarga dan anak mereka hancur,” ungkapnya.

“Coba, kalau mereka mengalami hal seperti itu, diperlakan seperti itu, ditangkap tandap dasar, ketika tidak terbukti, lalu dikeluarkan dengan membuat surat pernyataan tidak akan melakukan tuntutan, sangat tidak manusiawi,” sayangnya.