Perda Umum Pelepasan Aset Selesai, Tunggu Perda Khusus Untuk Melepasnya Ke Masyarakat

Irwanto Limantoro

Irwanto Limantoro

Surabaya – Harapan dari sebagian masyarakat Surabaya khususnya yang menempati lahan surat ijo milik dari Pemerintah Kita (Pemkot) Surabaya sedkit bisa menikmati arus positif.

Keinginan Pemkot Surabaya maupun Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Surabaya memberikan hak kekuatan hukum akan lahan yang ditempati akan terealiasasi dengan dibuktikan telah selesainya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pelepasan Tanah Aset Milik Pemkot Surabaya.

“Panitia Khusus (Pansus) surat ijo sudah selesai, pada intinya pasus surat ijo itu, DPRD Surabaya tidak mempunyai kewenangan atau kita yang merekomendasi untuk bisa melepas surat ijo,” kata Irwanto Limantoro Wakil ketua Pansus Raperda Pelepasan Tanah Aset Pemkot Surabaya.

“Tetapi di dalam tatanan untuk nilai tanah adalah kewenangan tim yang dibentuk oleh Pemkot Surabaya, dewan tidak mengintervensi disana, biar masyarakat menilai,” tambahnya.

“Harapan kami dari seluruh anggota Pansus Pelepasan Aset Milik Pemkot Surabaya meminta agar seringan-ringannya beban yang disampaikan ke masyarakat, karena ini sudah menjadi bagian dan hak masyarakat,” ungkap Irwanto.

Masih kata Irwanto, Pansus ini tidak menyentuh tentang nilai dan untuk luasan tetap tidak mengalami perubahan dengan maksimal 250 meter persegi (m2),” paparnya.

Irwanto menyampaikan, yang tidak bisa dilepas adalah terkait sengketa. “Ijin Pemanfaatan Tanah (IPT) harus selesai, nama di dalam (IPT) harus sama selama 20 tahun kecuali ahli waris,” jelasnya.

Irwanro menerangkan, perubahan sifnifikan dalam pasus tersebut adalah kami tidak memasukkan nama-nama tim tersebut dalam Raperda Pelepasan Aset Milik Pemkot Surabaya, maupun nilai pelepasan surat ijo.

“Karena ini Raperda umum, meski Raperda ini sudah selesai Pemkot Surabaya tidak bisa memanfaatkannya, begitu ada pelepasan harus ada Peraturan Daerah (Perda) susulan yaitu Perda khusus, sesuai dengan lokasi itu sendiri yang akan mau dilepas, cukup banyak keberadaan surat ijo di Surabaya ini,” pungkasnya.