Perda Pasar Tradisional, Berdampak Positif Bagi Kelangsungan Pasar Tardisional

Rio Pattiselanno

Rio Pattiselanno

Surabaya – Menata kembali keberadaan pasar-pasar yang yang selama ini terkesan kumuh untuk kembali bergairah dari sebelumnya. Keberadaan pasar-pasar tardisonal yang dikelolah oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya tersebar dibeberapa titik di seluruh Kota Surabaya.

Rupanya mejadi perhatian secara khusus oleh kalangan legislatif surabaya. Sehingga Peraturan Daerah (Perda) tnetang pasar yang dulunya sudah dibuat direvisi ulang supaya keberadaan pasar menjadi lebih menarik, bersih serta tertata dengan baik dan rapi.

“Setiap pasal yang mengalami perubahan secara signifikan adalah, lokasi, lebar jalan, luas lahan, jam operasional bahkan juga Izin Usaha Pendirian Pasar Rakyat (IUP2R),” kata Rio Pattiselanno Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) Pasar Tradisional.

“Dengan berubahnya 5 poin ini saja, itu sudah sangat signifikan, yang sebelumnya tidak ada payung hukum, sekarang harus ada IUP2R dan dengan ada jam operasional itu, substansinya saling melindungi antar pasar,” tambahnya.

“Jenis pasar yang sebelumnya tidak diatur sekarang diatur, diantaranya, pasar grosir, pasar kawasan serta juga pasar lingkungan,” terangnya. “Untuk pasar lingkungan yang ada di jalan, itu sudah tidak diperbolehkan,” tegasnya.

“Bagaimanapun juga sudah ada Perda Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum), yang mengatur tentang akses jalan untuk tempat berjualan sudah tidak diperkenankan,” ungkapnya.

“Perda ini diterapkan maksimal 3 bulan bisa diterapkan, untuk pedagang yang selama ini jualan di jalan tidak perlu kuatir, sebab kita minta pada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menyiapkan lahan, jadi disetrakan,” jelasnya.

Rio menyampaikan, untuk Perda ini tentu ada saksinya, yang pasti tentang izin. “Untuk raperda pasar rakyat ini mengatur tentang pengelolanya dan pedagang adalah tanggung jawab dari pengelola,” tegasnya.

Dengan adanya sosialisasi terlebih dahulu pada Reperda tentang Pasar Tradisonal, mereka tidak akan terkena Perda Trantibum.

Rio mengharapkan dengan adanya Perda baru ini, keberadaan pasar dapat terpantau terlebih keberadaan pasar baru. Untuk pembangunan pasar baru terlebih dahulu diajukan pada saat pembahasan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya.