Perbesar Produk Sapi Dalam Negeri, Peternak Tidak Perlu Impor

presiden sby dan beberapa menteri didampingi soekarwo, gubernur jawa timur, saat meninjau peternak jawa timur di tuban

presiden sby didampingi soekarwo, gubernur jawa timur saat meninjau langsung peternak sapi jawa timur di tuban

Jawa Timur – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, kehidupan semakin lama semakin baik. Karena itu, rakyat harus dapat membeli daging sapi dengan harga terjangkau.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengatakan bahwa Negara berterima kasih kepada peternak sapi jika tidak ada peternak kita impor terus.

“Kita tidak mengabaikan harapan, keinginan para peternak, kami sangat memperhatikan karena itu negara berterima kasih karena jika tidak ada peternak kita impor terus, mencekik harganya nanti,” tutur Presiden SBY saat dialog dengan para peternak sapi di Bumi Peternakan Wahyu Utama di Tuban, Jawa Timur, Kamis (13/3) lalu.

‚ÄúPemerintah mengharapkan agar para peternak memperbesar produksi sapi dalam negeri, agar selain peternak mendapatkan penghasilan yang layak, harga jual daging sapi juga dapat dijangkau masyarakat,‚ÄĚ lanjut SBY.

“Saya senang datang ke sini melihat sapinya banyak dan bagus jadi tidak perlu impor ke Australia dan New Zealand, macam-macam, politiknya gaduh dan ada lagi yang makelar-makelar tingkat nasional yang keruk keuntungan tinggi,” ujar SBY.

“Saya harap peternak penghasilannya makin baik, tetapi saudara-saudara kita yang lain juga bisa membeli daging sapi dengan harga terjangkau,” tandasnya.

SBY berharap hal itu dapat terwujud dengan kebijakan yang tepat dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah karena konsep kebijakan pemerintah adalah memperbesar produksi dalam negeri agar peternak mendapatkan penghasilan yang layak namun harga tetap terjangkau oleh konsumen.

“Jangan sampai kebijakan itu merugikan peternak, saya setuju, saya dukung memang begitulah yang saya harapkan, monggo bareng-bareng kita kelola baik-baik, supaya kalau ada yang tidak bagus jangan terjadi lagi,” jelasnya.

Peternakan yang menjadi juara nasional agribisnis budidaya sapi potong pada 2009 itu telah memiliki kemampuan untuk membuat pakan konsentrat pada 2004 dan pupuk bokasi (bahan organik nutrisi) dengan bahan dasar kotoran sapi pada 2007.

Di peternakan sapi yang memiliki 2.017 ternak sapi itu Presiden Yudhoyono memperoleh penjelasan tentang sistem penggemukan sapi yang telah dilakukan sejak 1992.

Peternakan Wahyu Utama yang berlokasi di Desa Sukolilo, Kelurahan Bulu, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, berdiri tahun 1992. Peternakan ini memiliki populasi sapi lebih kurang 2.000 ekor, terdiri dari sapi simental, limosin, brangus, dan P.O/Lokal.

Presiden berjanji akan membicarakan dengan perbankan, agar bunga yang dipinjamkan kepada petani peternak tidak terlalu tinggi. Pemerintah, kata Presiden SBY, mengeluarkan subsidi 6 persen untuk petani agar mereka mempunyai penghasilan yang lebih baik, Sementara enjawab soal kebutuhan akan rumah potong hewan (RPH) yang dekat dengan lingkungan peternak, Presiden berharap RPH tersebut segera direalisasikan oleh Pemda Tuban. “Semoga lekas terwujud. Kalau lambat, beritahu saya agar dicari letak kendalanya,” ujar SBY.