“Perang Dingin” Antar Pejabat Pemprov Jatim

Jawa Timur, portal nasional – Adanya mutasi pejabat yang asal – asalan dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini yang dilakukan oleh Soekarwo (gubernur jawa timur) dan Saifullah Yusuf (wakil gubernur jawa timur), membuat para petinggi SKPD di pemerintahan provinsi jawa timur melakukan “perang dingin” antar pejabat di tingkat esselon III dan esselon II yang tidak luput dari pengawasan esselon I, terlepas permasalahan yang ada tersebut diketahui oleh gubernur dan wakil gubernur jawa timur atau tidak.

Kasus mutasi 13 staf di salah satu SKPD (satuan kerja perangkat daerah) di pemerintahan provinsi jawa timur diduga tanpa diketahui kepala dinas SKPD tersebut. Dan membuat kepala dinas tersebut merasa kecolongan sekaligus tidak dihargai dan menganggap SK yang dikeluarkan melalui BKD provinsi jawa timur dianggap SK fiktif dan pantas untuk dibekukan.

Namun kemampuan pembekuan yang dilakukan oleh kepala dinas tersebut tidak lebih sekedar angan-angan karena dari 13 pegawai, yang tinggal di tempat hanya 1 orang dan 12 orang lainnya hengkang dan pindah ke SKPD lain.

Dapat dipastikan, pengajuan nama yang harus dimutasi ke BKD dilakukan oleh sekretaris dinas tanpa diketahui dan disetujui oleh kepala dinas. Kepala BKD prov jatim melakukan penandatanganan SK atas nama gubernur untuk melakukan mutasi terhadap 13 staf SKPD terkait tanpa melakukan koordinasi kepada kepala dinas terkait apakah ke 13 nama tersebut benar untuk dimutasi.

Indikasi penyalah gunaan wewenang dan jabatan pada pola ASN (aparat sipil negara) bakal mewarnai perseteruan dingin antar pejabat jawa timur khususnya di masa kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf./*