Penyaluran Air Bersih Terkendala Pihak Lain

Budi Leksono

Budi Leksono

Surabaya – Pemenuhan terhadap kebutuhan air bersih di Surabaya rupanya terkendala pada beberapa wilayah yang mesih bermasalah.

Budi Leksono Ketua Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Pansus Raperda) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (Pemda) Perusahaan daeran Air Minum (PDAM) Surya Sembada menampaikan, PDAM telah menargetkan seluruh wilayah di Surabaya teraliri air bersih pada tahun 2019 mendatang.

Budi menambahkan, untuk mencapai tareget tersebut hingga kini Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkendala pada kawasan yang lahannya adalah milik pihak lain.

“Misalnya, di Dupak Margesari, lahan yang ditempati warga merupakan milik dari PT Kereta Api Indonesia (KAI),” terangnya. “Padahal warga sana sangat mengharapkan, karena benar-benar membutuhkan air bersih,” paparnya.

Budi mengakui guna menyelesaikan permasalahan tersebut distribusi air bersih pada daerah sengketa adalah kerelaan dari pihak terkait untuk tak memungut sewa.

“Jika gak ada sewa, saya yakin banyak warga yang berbondong-bondong memasang saluran air bersih PDAM,” katanya.

Berdasarkan data dari PDAM, warga yang teraliri air PDAM sekitar 95 persen. Untuk menuntaskan distribusi ke seluruh warga, butuh 5 persen lagi dari jumlah kepala keluarga yang ada di Surabaya.

Pansus Penyertaan Modal PDAM akan mencadangkan anggaran untuk pemasangan pipa PDAm guna memenuhi distribusi air bersih tahun 2017 hingga tahun 2019 mendatang senilai Rp (rupiah) 30 miliar.